Jangan Asal Beli! Ini 5 Fakta Penting yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Punya Mobil Listrik!

BahteraBerita.com – Tren mobil listrik terus meroket di Indonesia. Namun sebelum ikut-ikutan membeli, calon pemilik mobil listrik perlu memahami sejumlah hal penting agar tak menyesal di kemudian hari.

Dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Novendra Setyawan, mengingatkan bahwa kendaraan listrik memiliki sistem dan kebutuhan yang jauh berbeda dari mobil konvensional.

“Mobil listrik digerakkan oleh baterai yang harus diisi dari sumber daya listrik, baik dari rumah maupun stasiun pengisian umum (SPKLU) milik pemerintah,” jelas Novendra.

Berikut beberapa poin penting yang perlu disiapkan sebelum membeli mobil listrik menurutnya.

1. Siapkan Daya Listrik Rumah Minimal 2.200 Watt

Bagi calon pemilik mobil listrik, daya listrik rumah wajib mencukupi agar proses pengisian berjalan optimal.

“Minimal daya listrik rumah harus 2.200 watt, sehingga mobil dapat terisi penuh dalam waktu 2–3 jam,” kata Novendra.

Jika daya rumah terlalu kecil, pengisian akan lebih lama bahkan berisiko memutus aliran listrik di rumah.

2. Pastikan Adaptor Pengisian Sesuai

Sampai saat ini, Indonesia belum memiliki standar adaptor pengisian mobil listrik.

Oleh karena itu, setiap pembeli perlu memastikan jenis adaptor yang sesuai dengan model mobil yang dimiliki.

“Jangan sampai adaptor tidak cocok, karena bisa menyebabkan pengisian gagal atau berpotensi merusak sistem kelistrikan mobil,” tegas Novendra.

3. Gunakan Pengaman Tambahan (MCB)

Hal yang tak kalah penting: gunakan Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai pengaman tambahan saat mengisi daya di rumah.

Baca Juga: Liburan ke Jepang Tanpa Paspor! 10+ Kumpulan Prompt Gemini AI untuk Foto Liburan Estetik dan Realistis Ala Negeri Sakura

MCB akan mencegah konsleting atau korsleting listrik, terutama jika sistem instalasi rumah belum dirancang khusus untuk beban pengisian besar seperti kendaraan listrik.

4. Waspadai Biaya Perawatan Baterai

Meski hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, biaya perawatan mobil listrik bisa tinggi, terutama saat penggantian baterai.

“Maintenance baterai bisa mencapai hampir 50 persen dari harga mobil, jadi ini harus jadi pertimbangan matang sebelum membeli,” ungkap Novendra.

Baterai juga perlu pengecekan rutin agar umur pakainya lebih panjang dan performanya tetap stabil.

5. Ketahui Keterbatasan Pengisian Daya

Untuk pengisian cepat (fast charging), waktu yang dibutuhkan tetap berkisar 2 hingga 3 jam.

Bandingkan dengan mobil konvensional yang hanya butuh kurang dari 10 menit untuk mengisi bahan bakar.

Keterbatasan ini menjadi salah satu tantangan yang perlu dipahami oleh calon pembeli mobil listrik.

Baca Juga: PLN Mobile Bikin Heboh! Kini Beli Motor Listrik Bisa dari Genggaman, Langsung Dapat Diskon Rp7 Juta!

Harapan Standarisasi Nasional

Novendra berharap pemerintah segera menetapkan standar nasional untuk metode pengisian dan perawatan kendaraan listrik.

Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan mobil listrik di Indonesia bisa lebih awet, aman, dan diminati masyarakat luas.

“Kalau sistem dan infrastrukturnya matang, masyarakat pasti lebih percaya diri untuk beralih ke kendaraan listrik,” tutupnya.

Verified by MonsterInsights