BAHTERABERITA.COM – SEMARANG – Koordinator Forum Peduli Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dr KH Fadlolan Mustaffa’, Lc., MA menyatakan bahwa partai berlambang Kabah itu akan back to Senayan atau kembali punya wakil yang duduk di kursi parlemen, DPR RI di Senayan dengan syarat.
“Salah satu syarat utama PPP bisa kembali ke Senayan adalah PPP back to pesantren. Artinya, kembalikan kepemimpinan PPP ke kyai pesantren, jika PPP mau hidup kembali. Karena PPP adalah satu-satunya partai warisan para ulama. Kembali ke pesantren jika PPP ingin punya wakil di Senayan,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang.
Sebenarnya, opini kembalikan PPP ke kyai pesantren sudah digaungkan oleh Forum Peduli Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat menggelar Halaqoh Ulama dan Kader PPP di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang Sabtu, 3/3/2025.
Back to pesantren adalah jargon yang digaungkan para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Kembalikan ke pesantren jika PPP mau hidup kembali. Kembali ke pesantren jika PPP ingin punya wakil di Senayan.
Kyai Fadlolan Musyaffa’, yang juga Sekretaris Majelis Syariah DPP-PPP sangat prihatin PPP hanya meraih 12 kursi legislatif di DPR/MPR hingga tak menembus 4% ambang batas parlemen (parlementary treshold), merupakan tamparan keras bagi partai Islam tertua di Republik ini yang merupakan aib terbesar sepanjang sejarah partai ini.
Hengkangnya PPP dari Senayan bukan sekadar angka. Ini adalah pukulan keras dari umat, bahwa PPP sudah melenceng jauh dari khitah perjuangan.
“Hilangnya nilai-nilai perjuangan sangat menjauhkan diri dari basis masa partai Islam, mesin partai tidak bekerja optimal, Plt Ketua Umum yang seharusnya menjadi perekat umat sibuk dengan mempertahankan kursi jabatan, bukan bagaimana membenahi merawat da menghidupkan partai,” katanya.
Muktamar 27-29 September 2025 ini adalah momen terakhir bagi PPP untuk menyelamatkan diri dari kepunahan politik.
Jika partai kembali memilih figur yang sama atau orang-orang yang masih satu lingkaran dengan kegagalan kemarin, maka PPP akan bisa dipastikan hilang dan tinggal sejarah.
Analisis intelejen yang masih peduli PPP, kata Fadlolan, memberikan ilustrasi yang jelas bahwa Plt Ketum Mardiono, dalam 2,5 tahun telah membawa PPP hilang dari Senayan tidak mendapatkan kursi DPR MPR. Dia sangat keukeuh dan ngotot merasa tidak bersalah. Sekarang menjelang muktamar ia ambisius ingin menjadi ketua umum lagi, maka ini sinyal kuat pesanan agen untuk membunuh PPP sampai akar rumput DPRD dan hilangnya simpati pendukung PPP di daerah.
Muktamar ke X ini nama H Agus Suparmanto dan Gus Taj Yasin Maimun Zubair, menjadi idola yang diharapkan bisa kembalikan PPP pada masa kejayaannya.
Muktamar kali ini jangan sampai hanya mempertahankan status quo. Muktamar X ini kesempatan terakhir. Jika PPP gagal melakukan reformasi kepemimpinan sekarang, maka PPP benar-benar akan hilang dari peta politik nasional. Dan itu berarti kita gagal menjaga satu-satunya partai Islam warisan para ulama.
“Saya mengingatkan para kader pemilik suara dalam muktamar X dari DPC, DPW, DPP untuk menggunakan suaranya dengan memperhatikan nilai perjuangan dan menghidupkan partai sebagai rumah besar umat Islam wasilah amar makruf nahi munkar.”
Fadlolan juga mengingatkan Plt Ketum Mardiono, untuk menjadi guru bangsa, berhenti ambisi merebut jabatan ketum, dan menyerahkan kepada kader muda dari kalangan pesantren yang bisa mengantarkan kembalinya PPP menjadi partai idola umat Islam demi kembalinya marwah partai dimata pengikutnya.
Muktamar kali ini jangan sampai hanya mempertahankan status quo. Muktamar X ini kesempatan terakhir. Jika PPP gagal melakukan reformasi kepemimpinan sekarang, maka PPP benar-benar akan hilang dari peta politik nasional. Dan itu berarti kita gagal menjaga satu-satunya partai Islam warisan para ulama.***

