BahteraBerita.com – Dalam dunia jurnalistik, struktur berita adalah kerangka dasar yang harus dipahami oleh setiap penulis berita. Tanpa struktur yang jelas, informasi akan terasa berantakan dan sulit dipahami pembaca. Struktur ini juga menjadi standar baku yang digunakan media massa di seluruh dunia.
1. Headline (Judul Berita)
Headline adalah bagian pertama yang langsung menarik perhatian pembaca. Judul harus singkat, jelas, faktual, serta mewakili isi berita.
Contoh: “Gempa 3,0 SR Guncang Sukabumi, Warga Sempat Panik”
2. Lead (Teras Berita)
Lead atau teras berita merupakan paragraf pembuka yang berisi ringkasan fakta utama dengan prinsip 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How).
Contoh: “Senin pagi, 29 September 2025, gempa berkekuatan 3,0 SR mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menurut laporan BMKG.”
3. Body (Isi Berita)
Body berisi uraian lebih detail dari fakta-fakta yang disampaikan di lead. Biasanya ditulis dengan piramida terbalik, di mana informasi paling penting disajikan di awal, lalu diikuti detail tambahan.
Contoh: Menjelaskan kedalaman gempa, wilayah terdampak, reaksi masyarakat, hingga keterangan resmi dari pihak berwenang.
4. Penutup (Closing Statement)
Baca Juga: Di Surabaya, 13 Pesantren Papan Atas Rumuskan Konsep ASHAB
Penutup bisa berupa kesimpulan, kutipan tokoh, atau himbauan kepada masyarakat. Meski singkat, bagian ini memberi kesan akhir yang kuat pada pembaca.
Contoh: “BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang.”
Struktur berita terdiri dari headline, lead, body, dan penutup. Dengan memahami kerangka ini, penulis dapat menyajikan informasi faktual yang mudah dipahami, singkat, padat, dan memenuhi standar jurnalistik.

