Rahasia Menulis Lancar: Membaca Jadi Kunci Utama Sekaligus Tantangan

BahteraBerita.com – Membaca Adalah Jembatan Menuju Menulis “Menulis itu sebenarnya mudah. Caranya ya perbanyak membaca,” tegas Ali Arifin, Pemimpin Redaksi portalpekalongan.com dan banjarnegaraku.com, saat sharing ilmu jurnalistik di hadapan puluhan siswa SMAN 1 Banjarnegara, Selasa 18 September 2025.

Menurutnya, membaca adalah kunci memperluas wawasan. Dengan wawasan luas, penulis tidak akan kesulitan menemukan ide, merangkai kalimat, maupun menyajikan tulisan yang berbobot.

Ali menyarankan agar siswa membaca apa saja: berita politik, ekonomi, budaya, seni, isu sosial, hingga karya sastra seperti novel atau cerpen. Dengan begitu, menulis akan mengalir lancar tanpa hambatan berarti.

Tantangan Terbesar Bagi Penulis

Membaca, Aktivitas Sederhana tapi Sering Diabaikan

Ketika seorang siswa, Abizar Rahman Setiadi, bertanya tentang tantangan terbesar dalam menulis, Ali menjawab lugas: “Membaca.” Meski terdengar sederhana, tidak semua orang mampu konsisten meluangkan waktu untuk membaca.

Padahal, tanpa membaca, penulis akan kehilangan referensi, ide terbatas, dan akhirnya mengalami kebuntuan saat menulis. “Dengan banyak membaca, menulis akan menjadi mudah,” ujarnya.

Pentingnya Konsistensi

Bagi Ali, membiasakan membaca setiap hari adalah latihan utama bagi calon penulis. Ia bahkan mencontohkan pengalamannya saat muda: membeli majalah, menyalin ulang isinya, lalu mengirimkannya ke media. Dari situ, ia mendapat bayaran dan sekaligus melatih keterampilan menulis.

Membaca Membuka Jendela Dunia

Baca Juga: Komisi E DPRD Jateng Kunjungi Purbalingga, Belajar Strategi Jitu Tekan Pengangguran Terbuka

Ali menekankan bahwa membaca bukan sekadar bekal menulis, tetapi juga cara memahami kondisi bangsa. Ia mengingatkan siswa agar peka terhadap isu-isu aktual, termasuk kasus korupsi dan gejolak politik global.

Sebagai contoh, ia mengangkat peristiwa di Kathmandu, Nepal, di mana Generasi Z berani mengungkap korupsi pejabat hingga memicu demonstrasi besar. Menurut Ali, hal ini menjadi bukti bahwa generasi muda harus melek berita dan siap menjadi garda terdepan perubahan bangsa.

Pesan Ali Arifin untuk Generasi Muda

Selain menekankan pentingnya membaca, Ali juga mendorong siswa untuk memperdalam bahasa Inggris. Alasannya, bahasa internasional ini menjadi jembatan untuk mengakses informasi global lebih cepat.

“Kalian jangan hanya belajar akademik. Dunia ini luas, dan kalau kalian rajin membaca, ibaratnya dunia ada dalam genggaman,” pesannya.

Dari sharing inspiratif Ali Arifin, jelas bahwa membaca adalah syarat utama sekaligus tantangan terbesar bagi penulis. Dengan membaca, menulis tidak hanya menjadi mudah, tetapi juga bernilai karena lahir dari wawasan yang luas.

Baca Juga: Sharing Pengalaman Menulis di Media, Ali Arifin: Wartawan Wajib Gemar Membaca

Bagi generasi muda, membiasakan membaca sejak dini berarti menyiapkan diri menjadi penulis, wartawan, maupun pemimpin masa depan yang kritis terhadap isu bangsa dan dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights