
BANGKALAN – Melanjutkan rangkaian Ziarah Auliya’, rombongan Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang yang dipimpin DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA bersama Ibu Nyai Fenty Hidayah, S.Pd., beranjak dari Jombang menuju Kabupaten Bangkalan, Madura. Di kawasan yang dikenal sebagai “Kota Dzikir dan Sholawat” ini, ribuan santri melakukan tabarukan di makam ulama besar Nusantara, Syaikhona Kholil Bangkalan, yang berlokasi di Desa Martajasah.
Setibanya di lokasi, para santri terlebih dahulu menunaikan salat jamak taqdim Maghrib dan Isya secara berjamaah. Suasana religius kian terasa khusyuk saat seluruh rombongan melantunkan tahlil dan doa bersama di area makam sosok maha guru para ulama tersebut.

Syaikhona Kholil Bangkalan dikenal sebagai figur sentral yang melahirkan banyak ulama besar di Indonesia, seperti Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Dahlan Salim Zarkasyi, dan KH. As’ad Syamsul Arifin. Beliau juga memegang peranan krusial dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU) melalui isyarat tongkat wasiat yang dikirimkan kepada Kiai Hasyim via KHR. As’ad Syamsul Arifin, hingga NU kini tumbuh menjadi organisasi Islam terbesar di dunia.
Selain menguasai berbagai bidang ilmu agama seperti nahwu, sharaf, fikih, tafsir, hingga adab, Syaikhona Kholil juga dianugerahi banyak karomah. Salah satu kisah karomah yang masyhur adalah saat beliau bermimpi didatangi KH. Abu Darrin dari Winongan; seketika setelah terbangun, beliau langsung menghafal kitab-kitab utama ilmu tata bahasa Arab seperti Alfiyah, Imrithi, dan Ibnu ‘Aqil.
Melalui Ziarah Auliya’ dan tabarukan di maqam Syaikhona Kholil Bangkalan ini, para santri PPFF diharapkan dapat meneladani kegigihan beliau dalam menuntut ilmu, menyerap keberkahan spiritual, serta makin termotivasi untuk belajar dengan tekun.
(Santri PPFF-Lintang***)


