Sowan kepada Kyai Fadlolan, 103 Guru RA IGRA Genuk Timba Ilmu dan Nasihat Pengabdian

Ustadz Tasir
4 Min Read
Sebanyak 103 guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam IGRA Kecamatan Genuk, Kota Semarang, bersilaturahmi dan sowan kepada pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA.

SEMARANG – Sebanyak 103 guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam IGRA Kecamatan Genuk, Kota Semarang, bersilaturahmi dan sowan kepada pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 bertujuan menimba ilmu, pengalaman, nasihat dan do’a kyai untuk memperkuat pengabdian sebagai pendidik. Inisiasi kunjungan ini digagas oleh H. Imron Rosadi, S.Pd.I., M.M., Pengawas Kementerian Agama Kota Semarang, dan Ketua IGRA Genuk, Nur Hidayah, S.Pd.I. Sabtu (24/10/2026).

Dalam dawuhnya, Kyai Fadlolan mengapresiasi para guru RA sebagai sosok pendidik yang penuh keikhlasan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak usia dini, termasuk membimbing mereka belajar shalat dan membiasakan diri dalam kebaikan, merupakan pengabdian dengan pahala yang besar. Bahkan menjadi amal jariyah sepanjang usia siswa tersebut menjalankan shalat, maka guru yang mengajari shalat mendapat kiriman pahala. Kyai Fadlolan juga menekankan pentingnya mengajak anak-anak melanjutkan pendidikan di pesantren sebagai ikhtiar membentengi generasi muda dari kerusakan moral dan membentuk pribadi yang berilmu serta berakhlak mulia.

Sowan kepada Kyai Fadlolan, 103 Guru RA IGRA Genuk Timba Ilmu dan Nasihat Pengabdian

Kyai Fadlolan turut mengingatkan bahwa kewajiban guru tidak hanya mengajar di sekolah, tetapi juga mengurus keluarga di rumah dan membangun kemandirian ekonomi.

الحديثِ يقول النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ عندما سُئِلَ أيُّ الكسبِ أطيبُ؟ قال: «عملُ الرجلِ بيدِهِ، وكلُّ بيعٍ مبرورٍ».
Ketika Rasulullah SAW ditanya apa pekerjaan terbaik? Rasulullah SAW menjawab: “Pekerjaan yang ditangani dengan tangan sendiri (kerajinan tangan), dan berdagang yang halal”
Sebagai implementasi hadits tersebut Kyai Fadlolan, memberikan cara mandiri ibu-ibu guru RA agar menambah hiburan dan keindahan sekeliling rumah ada tanaman pot sayur, ember ikan, kandang ternak untuk kemandirian pangan.

Kyai Fadlolan juga memberikan motivasi semangat menjadi guru, dan selalu berstatus guru. Beliau mengutip kitab Ta’limul Mutaalim:,
الْعَالِمُ وَالْمُتَعَلِّمُ شَرِيكَانِ فِي الْخَيْرِ، وَسَائِرُ النَّاسِ لَا خَيْرَ فِيهِ,
yang bermakna bahwa orang yang berilmu dan orang yang belajar bersekutu dalam kebaikan. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pendidik untuk terus belajar sekaligus mengajar, sehingga pengabdian mereka senantiasa berlandaskan ilmu dan membawa manfaat bagi generasi yang dididik.

Ziarah ke makam almarhumah asy-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan

Usai bersilaturahmi, rombongan berziarah ke makam almarhumah asy-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan, kemudian melanjutkan kunjungan ke Kampus 3 PPFF. Di sana, para guru melihat berbagai fasilitas pesantren, mulai dari greenhouse, 55 kolam ikan, 10 kandang ayam, puluhan kandang berbagai jenis unggas, hingga area pertanian jamur, maggot, dan perkebunan sayur. Beragam fasilitas dan pengembangan kemandirian pesantren tersebut membuat rombongan guru IGRA Genuk takjub dan terkesan.

Kunjungan 103 guru RA yang bergabung dalam IGRA kecamatan Genuk ke Kampus 3 PPFF

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama di ndalem pengasuh. Kunjungan ini diharapkan mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan dan semangat para guru dalam mendidik generasi masa depan. Allahumma Amin.

(Santri PPFF-Tamami***)

Share This Article
Verified by MonsterInsights