
Semarang – Pondok Pesantren Fadhlul Fadlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang menuntaskan rangkaian hari kedua At-Tadabbur wa Ar-Ruju’ pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini masih didampingi oleh TNI dan POLRI, yang turut membersamai proses pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, dan karakter para santri.
Sejak pagi, para santri mengikuti berbagai agenda pembinaan, meliputi apel, senam, pembinaan fisik dan mental (binsik), materi Anti-Bullying, serta pembekalan Bersih, Rapi, Indah, dan Nyaman (BRIN). Kegiatan dilanjutkan dengan praktikum lingkungan, evaluasi, dan outbond sebagai sarana membangun kedisiplinan, kepedulian, kerja sama, serta tanggung jawab.
Rangkaian hari kedua ditutup dengan apel penutupan dengan Api Unggun Kebangsaan dan doa bersama. Momentum tersebut menjadi penguatan nilai kebersamaan, nasionalisme, dan semangat pengabdian.
Dalam amanat penutupan, Pengasuh PPFF, Dr. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., menegaskan pentingnya membangun karakter santri yang jujur, disiplin, peduli, dan saling menghormati. Kyai Fadlolan mengingatkan agar budaya bullying tidak terjadi di lingkungan pesantren serta mengajak para santri untuk saling merangkul dan membangun kedewasaan dalam kehidupan berpesantren.
Kyai Fadlolan juga mengingatkan santri untuk menghargai perjuangan orang tua dengan tidak menyia-nyiakan harta sebagaimana membuang makanan, membiarkan pakaian jatur dijemuran, merusak fasilitas pondok, maupun barang-barang pribadi. Menjaga dan menggunakan segala sesuatu dengan baik merupakan wujud syukur sekaligus bentuk penghargaan terhadap pengorbanan orang tua yang telah dengan susah payang mencari nafkah untuk membiayai putra putrinya mondok di pesantren.
Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu menerapkan nilai kejujuran, anti-bullying, kedisiplinan, peka lingkungan, kepedulian, manajemen waktu, manajemen prioritas, serta taqarrub ilallah dalam kehidupan sehari-hari. (Lintang Angguningtyas, Santri PPFF Semarang)***


