Gebrakan RSI Sultan Agung Semarang! Gandeng ProSTEM dan BRIN


Perkuat Terapi Regeneratif: Persiapan Kerjasama Riset Stem Cell

SEMARANG –  bahteraberita.com – Sebuah pertemuan persiapan kerjasama strategis telah dilaksanakan untuk memperkuat pelayanan berbasis riset, khususnya dalam bidang Terapi Sel Punca (Stem Cell).

Ya, Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali mencatatkan langkah maju dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis penelitian.

Kerjasama riset itu melibatkan RSI Sultan Agung Semarang, PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pertemuan penting ini berfokus pada sinkronisasi dan percepatan aplikasi klinis terapi stem cell, memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya inovatif tetapi juga memenuhi kaidah ilmiah dan regulasi yang ketat, termasuk prinsip kehalalan.

Dialog Intensif Tim Percepatan Aplikasi Klinis

Tim Percepatan Aplikasi Stem Cell Clinical Research Unit RSI Sultan Agung, yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama dr. Agus Ujianto, M.Si. Med, Sp.B, berdialog intensif dengan para perwakilan dari ProSTEM dan BRIN.

* Dari ProSTEM, turut hadir Direktur Utama dr. Cynthia R. Sartika, M.Si bersama staf pusat, yang memiliki fokus pada penyediaan fasilitas laboratorium berstandar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk pengolahan sel punca yang berkualitas dan aman. Kolaborasi ini menekankan pada standardisasi produk stem cell untuk aplikasi klinis di rumah sakit.

* Sementara itu, BRIN diwakili oleh peneliti senior seperti Prof. Dr. Harimat, DR. dr. Resa, Sp.KK, dan dr. Kartika. Kehadiran para peneliti BRIN ini menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan hasil riset ilmiah terbaru ke dalam praktik pelayanan kesehatan, memastikan validitas dan efektivitas klinis.

Diskusi mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi, pengembangan protokol penelitian bersama (kolaborasi), hingga mekanisme transfer teknologi dan pengetahuan antara institusi riset dan pelayanan kesehatan.

Dr. Agus Ujianto menekankan bahwa kerjasama ini merupakan upaya RSI Sultan Agung untuk menjadi pusat rujukan nasional di bidang terapi regeneratif, khususnya dengan menjamin bahwa layanan stem cell yang ditawarkan telah sesuai dengan standar CPOB, BPOM, serta kaidah syariah.

Landasan Kuat dari Pengalaman Sebelumnya dan Pengembangan Pendidikan

Kerja sama dengan ProSTEM dan BRIN ini memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh RSI Sultan Agung. Selama ini, rumah sakit telah aktif bekerjasama dalam aplikasi klinis stem cell dengan beberapa pihak terkemuka:

* Kerjasama dengan SCCR (Stem Cell and Cancer Research) dan Regenic dari Kalbe Farma telah berjalan, terutama dalam bidang perawatan. Aplikasi tersebut diaplikasikan oleh dr. Eko, Sp.B, yang juga merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Biomedis Fakultas Kedokteran (FK) Unissula, untuk penanganan perawatan luka.

* Selain itu, dr. Arif, Sp.PD telah mengaplikasikan terapi sel ini di bidang Penyakit Dalam RSI Sultan Agung Semarang.
Pengembangan layanan ini kini akan diintegrasikan ke dalam sektor pendidikan. Mengingat RSI Sultan Agung merupakan rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menjadi tempat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam, ke depan kurikulum pendidikan akan diperkaya dengan pengembangan materi stem cell.

Kaprodi PPDS Penyakit Dalam, DR. dr. Anna, Sp.PF, yang juga seorang peneliti stem cell terkemuka, telah lama mengaplikasikan berbagai produk terapi sel yang berasal dari laboratorium bersertifikasi CPOB dalam praktik penyakit dalamnya.

Integrasi riset dan layanan klinis yang sudah berjalan ini akan menjadi modal penting bagi kerjasama dengan ProSTEM dan BRIN, sekaligus membentuk kurikulum pendidikan spesialis yang visioner dan berbasis riset.

Target Bersama: Layanan Unggulan Berbasis Riset

Kolaborasi antara rumah sakit, ProSTEM, dan BRIN, yang diperkuat dengan integrasi pendidikan spesialis, diharapkan mampu mempercepat pengembangan Terapi Regeneratif di Indonesia. Kerjasama ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi pengobatan penyakit degeneratif dan kondisi kronis lainnya.

Pertemuan ini menjadi landasan kuat untuk implementasi Perjanjian Kerjasama (PKS) yang lebih detail, mencakup pelayanan, pendidikan, pelatihan kompetensi, serta penelitian bersama yang berkesinambungan.

Dengan demikian, layanan stem cell di RSI Sultan Agung akan menjadi layanan unggulan yang solid, didukung oleh standar ilmiah, kualitas produk yang terjamin, dan didorong oleh komitmen untuk mencetak spesialis penyakit dalam yang kompeten di bidang terapi regeneratif.***

Verified by MonsterInsights