
BAHTERABERITA.COM— Semarang — Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, menggelar kegiatan At-Tadabbur wa Ar-Ruju’ (Retreat) sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan karakter serta kedisiplinan bagi asatidz/asatidzah serta para santri.
Kegiatan yang berlangsung sejak kemarin Senin, 30 Maret hingga 02 April 2026 ini, telah memasuki hari kedua pada Selasa 31 April 2026. Di hari kedua, kegiatan dikhususkan untuk pembinaan para santri PPFF, baik santri madrasah maupun mahasantri yang difokuskan pada pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, penguatan taqarrub ila Allah, serta penumbuhan sikap peduli, peka, dan bertanggung jawab terhadap diri sediri dan lingkungan.
Acara diawali dengan apel pagi dibuka dan pengarahan oleh pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A. Dalam arahannya, Kyai Fadlolan menekankan dua hal yang harus tercapai dari kegiatan ini, yaitu para santri mampu mengelola waktu secara efektif atau manajemen waktu yang baik. Terbentuknya karakter santri yang kedisiplinan, rasa memiliki, peka, peduli dan solutif kepada setiap keadaan diri dan lingkungannya.
Pelatih pelaksanaan At-Tadabbur wa ar-ruju’ hari kedua ini, terdiri dari tenaga ahli TNI-POLRI yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang materi, dibantu instruktur dari Dewan Asatidz PPFF yang telah terlatih dihari sebelumnya.
Materi yang disampaikan para TNI meliputi tiga manajemen yang diciptakan oleh Kyai Fadlolan, dan sudah diajarkan sejak pesantren ini berdiri, yaitu Manajemen Waktu, Manajemen Prioritas, Manajemen Taqarrub ilā Allāh, serta penanaman sikap peduli dan solutif.
Tak hanya penyampaian materi, para santri dilatih praktik langsung melalui kegiatan pembersihan lingkungan pesantren yang diarahkan untuk menanamkan budaya hidup bersih, rapi, indah, dan nyaman di lingkungan pesantren, serta memperkuat karakter kepemimpinan yang dilatih melalui kegiatan PBB (Pengaturan Baris-Berbaris).
Melalui kombinasi antara pemberian materi dan praktik langsung, diharapkan kegiatan Tadabbur wa ar-ruju’ ini mampu menghasilkan perubahan perilaku yang nyata bagi para santri menjadi insan yang memiliki sikap disiplin dalam mengatur waktu, kemampuan menentukan prioritas, kuat dalam taqarrub ila Allah, serta memiliki sikap tanggap, peka, peduli, dan mempunyai rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lingkungan pesantren, sehingga tercipta suasana pesantren yang lebih bersih, rapi, indah, nyaman, dan aman. (Tim Media PPFF)***
