BahteraBerita.cpm – Tidak semua orang dari luar Jawa mengenal kuliner unik bernama Kraca. Hidangan tradisional khas Banyumas ini terbuat dari keong sawah yang mudah didapat di wilayah pedesaan. Bagi masyarakat Banyumas, kraca bukan sekadar lauk, tetapi juga camilan gurih yang selalu bikin rindu kampung halaman.
Keong sawah yang biasanya dianggap hama justru dimanfaatkan oleh masyarakat Banyumas menjadi hidangan lezat. Setelah dibersihkan, keong direbus atau dikukus hingga matang, kemudian diolah kembali dengan aneka bumbu rempah khas yang kaya cita rasa.
Sensasi Rasa yang Khas
Kraca memiliki tekstur kenyal dengan rasa gurih alami. Saat dipadukan dengan bumbu rempah, cita rasanya semakin kuat dan menggugah selera. Tak heran, kraca banyak disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat atau bahkan disantap langsung sebagai camilan tradisional.
Populer Saat Ramadhan dan Lebaran
Menariknya, kraca menjadi salah satu makanan yang paling dicari menjelang bulan Ramadhan hingga setelah Idul Fitri. Hidangan ini biasanya dijual di pasar-pasar tradisional maupun pedagang kaki lima, sehingga mudah ditemukan saat suasana bulan puasa di Banyumas.
Baca Juga: Fenomena Hari Ini di Indonesia: Dinamika Politik, Budaya, dan Alam yang Tak Pernah Reda
Warisan Kuliner Banyumas
Keberadaan kraca menunjukkan bagaimana masyarakat Banyumas mampu mengolah bahan sederhana menjadi makanan istimewa. Lebih dari sekadar hidangan, kraca adalah warisan kuliner yang memperkaya khazanah makanan tradisional Indonesia.

