BahteraBerita.com – Tecno kembali mengguncang pasar smartphone entry-level di awal 2025 dengan Tecno Spark 30 Pro. Penerus dari Spark 20 Pro ini datang dengan sederet peningkatan signifikan, mulai dari layar AMOLED 120Hz, kamera 108MP, hingga chipset MediaTek Helio G100 yang siap gaspol untuk gaming harian.
Namun, di balik semua gebrakan tersebut, ada sejumlah catatan menarik yang perlu kamu tahu. Mari kita bedah 7 kelebihan dan kekurangan Tecno Spark 30 Pro berikut ini.
Kelebihan Tecno Spark 30 Pro
1. Performa Helio G100: Ngebut Buat Kelas Rp2 Jutaan
Tecno Spark 30 Pro dipersenjatai MediaTek Helio G100, chipset gaming yang jadi penerus G99. Meski peningkatannya tidak ekstrem, performanya cukup tangguh buat main game berat seperti PUBG Mobile dan Genshin Impact dengan lancar di 60 FPS.
Dengan RAM 8 GB (plus virtual RAM) dan penyimpanan hingga 256 GB UFS 2.2, multitasking dan akses file besar bukan masalah.
2. Layar AMOLED 120Hz: Cerah, Mulus, dan Sinematik
Berbeda dari pendahulunya yang masih IPS, Tecno kini memberi layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 1.700 nit.
Sertifikasi TÜV Rheinland memastikan layar tetap nyaman di mata. Warna tampil natural berkat dukungan 100% DCI-P3 dan Cinema-Grade Color.
3. Stereo Speaker Simetris dengan Volume 300%
Salah satu kejutan dari Tecno Spark 30 Pro adalah sistem audionya.
Dua speaker stereo-nya dilengkapi fitur Volume Plus yang bisa memperbesar suara hingga 300%. Cocok buat kamu yang doyan nonton film tanpa headset, meski disarankan tak memaksimalkan volumenya agar detail suara tak hilang.
4. Kamera 108 MP + Video 2K: Tajam dan Natural
Tecno tak main-main soal kamera. Spark 30 Pro tetap membawa sensor 108 MP (f/1.9) dengan hasil tajam di berbagai kondisi cahaya.
Kamera ini bisa merekam video hingga resolusi 2K 30 FPS, sesuatu yang jarang ditemui di HP kelas Rp2 jutaan.
Sayangnya, tak ada kamera ultrawide—hanya kamera AI dan depth sebagai pelengkap.
5. Baterai 5000 mAh + Fast Charging 33W
Dengan baterai 5000 mAh dan efisiensi tinggi dari Helio G100 (6 nm), daya tahan Spark 30 Pro bisa mencapai lebih dari 14 jam pemakaian aktif.
Fitur ByPass Charging juga jadi nilai tambah, karena membantu menjaga suhu dan kesehatan baterai saat bermain game sambil dicas.
6. Fingerprint di Bawah Layar + NFC 360°
Jarang ada HP Rp2 jutaan yang sudah punya fingerprint under-display.
Tecno Spark 30 Pro juga membawa NFC 360° multifungsi untuk isi saldo e-money atau membuka akses pintu hotel. Fitur infrared blaster juga tersedia, membuat HP ini bisa berfungsi sebagai remote TV atau AC.
7. Desain Elegan + Edisi Khusus Transformers
Desain Tecno Spark 30 Pro kini tampil lebih elegan dengan modul kamera melingkar dan finishing “granite look” yang khas.
Ada juga varian Optimus Prime Edition hasil kolaborasi dengan Transformers, tampil garang dengan kombinasi warna merah, biru, dan abu-abu metalik.
Kekurangan Tecno Spark 30 Pro
1. Tanpa Kamera Ultrawide
Meski kamera utamanya canggih, absennya kamera ultrawide terasa disayangkan. Foto lanskap atau grup jadi kurang maksimal.
2. Kamera Selfie Turun Resolusi
Ada penurunan dari generasi sebelumnya: kamera depan kini hanya 13 MP, padahal Spark 20 Pro punya 32 MP.
3. Belum Mendukung 5G
Sayangnya, Helio G100 belum punya modem 5G bawaan.
Padahal, beberapa pesaing di kelas harga yang sama seperti Infinix Hot 50 5G atau itel P55 5G sudah mendukung jaringan tersebut.
4. Belum Ada Jaminan Upgrade OS
Tecno tidak menjanjikan update OS utama untuk Spark 30 Pro. Meski dijamin anti-lag hingga 5 tahun, tanpa update Android, pengalaman jangka panjang bisa terasa stagnan.
Worth It Buat yang Cari Performa dan Fitur Lengkap
Secara keseluruhan, Tecno Spark 30 Pro adalah pilihan solid buat kamu yang ingin HP Rp2 jutaan dengan rasa premium.
Chipset tangguh, layar AMOLED 120Hz, kamera 108MP, dan fingerprint di bawah layar adalah kombinasi yang jarang ditemukan di kelas ini.
Namun, buat kamu yang butuh 5G atau kamera ultrawide, mungkin harus melirik seri lain. Tapi untuk harga dan fitur yang ditawarkan, Spark 30 Pro jelas salah satu HP terbaik di kelas entry mid-range 2025.

