BahteraBerita.com – Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959. Dikenal sebagai salah satu tokoh Islam moderat paling berpengaruh di Indonesia, beliau kini dipercaya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia yang baru.
Sebelum menjabat posisi strategis ini, Prof. Nasaruddin telah lama berkecimpung di dunia akademik dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama RI (2011–2014) dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, menjadikannya sosok ulama yang mengedepankan nilai toleransi, kebangsaan, dan dialog lintas agama.
Latar Belakang Pendidikan yang Mendunia
Jejak pendidikan Prof. Nasaruddin membentang dari pesantren hingga universitas internasional.
SDN Ujung-Bone (1970)
Madrasah Ibtidaiyah & PGA Pesantren As’adiyah Sengkang (1971–1976)
Sarjana Teladan Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang (1984)
Program Magister dan Doktor di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1990–1998) dengan disertasi monumental berjudul “Perspektif Gender dalam Al-Qur’an.”
Selain itu, Prof. Nasar juga menjadi visiting student di McGill University (Kanada), Leiden University (Belanda), dan Paris University (Prancis). Ia telah meneliti di lebih dari 15 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Mesir, hingga Turki.
Pada 12 Januari 2002, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Al-Qur’an di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta — pencapaian yang menegaskan reputasinya sebagai intelektual Islam kelas dunia.
Karier dan Kiprah Lintas Agama
Selain aktif di dunia pendidikan dan pemerintahan, Prof. Nasaruddin juga pendiri organisasi lintas iman “Masyarakat Dialog Antar Umat Beragama” — wadah yang memperjuangkan harmoni antarumat di tengah keberagaman bangsa.
Beliau pernah menjabat Direktur Jenderal di Departemen Agama, dan menjadi anggota Tim Penasehat Inggris–Indonesia yang dibentuk oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Baca Juga: HONOR Guncang Dunia Tekno! ROBOT PHONE Siap Jadi “Teman Hidup” Berbasis AI Pertama di Dunia!
Pada tahun 2019, ia terpilih sebagai Ketua Umum BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan) periode 2019–2024.
Kemudian pada Muktamar As’adiyah ke-XV tahun 2022, beliau ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang.
Penulis Produktif dengan 12 Buku Pemikiran Islam
Prof. Nasaruddin Umar juga dikenal sebagai cendekiawan penulis yang produktif. Karya fenomenalnya,
“Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an” (Paramadina, 1999), menjadi rujukan penting bagi akademisi dan aktivis gender Islam di Indonesia.
Selain itu, beliau telah menulis lebih dari 12 buku dan ratusan artikel ilmiah yang membahas tafsir, keislaman, dan hubungan antaragama. Pemikiran-pemikirannya dikenal sejuk, rasional, dan berpihak pada kemanusiaan universal.
Diplomat Spiritualitas Dunia
Pada tahun 2024, Prof. Nasaruddin mencatat sejarah baru dalam diplomasi keagamaan. Ia menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 bersama Paus Fransiskus saat kunjungan bersejarah pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut ke Indonesia.
Momen ini menegaskan posisi Indonesia — khususnya Masjid Istiqlal — sebagai simbol toleransi dan perdamaian dunia.
Baca Juga: Mie Ayam di Atas Hotplate? Banjarnegara Punya Gaya Sendiri yang Bikin Penasaran Lidah!
Menteri Agama Baru dengan Spirit Universal
Kini, dengan penunjukan Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA sebagai Menteri Agama RI, publik menaruh harapan besar terhadap kelanjutan gerakan moderasi beragama, penguatan literasi Islam, dan harmonisasi antarumat di Tanah Air.
Sosoknya bukan sekadar ulama, melainkan jembatan antara teks suci dan realitas sosial modern, antara pesantren dan dunia internasional.
Sebagaimana semboyan hidupnya,
“Agama harus menjadi rahmat bagi semesta, bukan alat pembeda di antara manusia.”

