BahteraBerita.com – Nama Datu Nova Fatmawati kini menjadi pusat perhatian publik setelah resmi mengambil alih mayoritas saham PSIS Semarang. Pergeseran kepemilikan ini menjadi momentum penting bagi klub, terutama di tengah dinamika internal dan kebutuhan akan pembenahan struktural demi menghadapi persaingan liga yang semakin ketat.
Kehadiran Datu Nova dinilai sebagai titik awal perubahan besar, sekaligus bentuk komitmen panjang terhadap masa depan PSIS.
Akuisisi Saham: Menguasai 74,25 Persen PSIS Semarang
Merujuk pengumuman resmi di akun Instagram @pssi_official, PSIS menyatakan bahwa proses akuisisi telah rampung.
Datu Nova mengambil alih 74,25 persen saham yang sebelumnya dimiliki AS Sukawijaya (Yoyok Sukawi) melalui PT Mahesa Jenar Semarang.
Momentum penting terjadi pada 18 November 2025, ketika ia meninjau Stadion Jatidiri sebelum pertandingan digelar pada hari yang sama. Kehadirannya di lokasi mencerminkan keseriusan dalam membangun hubungan langsung dengan tim dan lingkungan klub.
Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam manajemen PSIS—tepat ketika klub tengah berjuang menjaga konsistensi di kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.
Kedekatan Emosional dengan Kota Semarang
Salah satu faktor penting yang menguatkan tekad Datu Nova mengambil alih PSIS adalah kedekatan emosional dengan kota kelahirannya.
Semarang merupakan kampung halaman, dan kecintaan almarhum ayahnya terhadap PSIS turut membekas kuat. Warisan rasa memiliki inilah yang mendorongnya untuk hadir sebagai penyelamat klub saat PSIS memasuki fase sulit.
Baca Juga: 10 Laptop Pelajar 2025 Paling Worth It! Murah, Kencang, dan Anti Lemot!
Motivasi personal tersebut menjadi fondasi moral sekaligus kekuatan yang menopang visi jangka panjangnya.
Latar Belakang Bisnis: Pengusaha Sukses dengan Dua Brand Populer
Di luar sepak bola, Datu Nova dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses. Ia mengembangkan beberapa bisnis di berbagai kota, di antaranya:
1. Belikopi Baru Kamu
Sebuah brand kedai kopi yang menyajikan aneka kopi, minuman cokelat, dan makanan ringan, serta telah memiliki banyak cabang.
2. Lyly Bakery Official
Usaha bakery dengan produk beragam seperti roti, kue, donat, dan tart. Cabangnya tersebar di Lamongan, Gresik, hingga Surabaya.
Keberhasilan mengelola dua brand besar ini menunjukkan kemampuan manajerial yang solid—sebuah modal penting dalam membangun kembali PSIS.
Selain itu, Datu Nova merupakan istri dari Fariz Julinar Maurisal, CEO Persela Lamongan sekaligus pemilik Belikopi. Jaringan dan pengalaman keduanya di dunia bisnis dan sepak bola memberi nilai tambah dalam membangun struktur manajemen yang lebih kuat di PSIS.
Sinergi dengan Manajemen dan Suporter
Komunikasi antara Datu Nova dan manajemen PSIS berjalan harmonis. Mereka memiliki visi serupa: membenahi klub secara menyeluruh, mencakup:
restrukturisasi manajerial,
evaluasi hubungan dengan kelompok suporter,
perbaikan organisasi,
hingga rekonstruksi tim agar lebih kompetitif.
Ia menekankan bahwa suporter akan dilibatkan dalam proses pembenahan, demi memastikan kebijakan klub sejalan dengan aspirasi publik Semarang.
Langkah ini menjadi penting karena PSIS memiliki basis pendukung yang sangat loyal dan berpengaruh dalam dinamika klub.
Visi Besar: Mengembalikan Identitas PSIS sebagai Kekuatan Nasional
Dengan latar belakang kuat sebagai putri asli Semarang, investor berpengalaman, dan sosok yang membawa misi emosional keluarga, Datu Nova menargetkan:
memperbaiki fondasi klub,
membangun sistem manajemen modern,
serta mengembalikan PSIS sebagai salah satu kekuatan besar di kompetisi nasional.
Harapan besar kini tertuju padanya untuk membawa PSIS kembali ke jalur kompetitif melalui strategi yang matang dan kepemimpinan yang tegas.

