SEMARANG (bahteraberita.com) – Apresiasi, hadiah, penghargaan, anugerah dan apapun namanya hanya diberikan kepada mereka (siapapun itu) yang berprestasi.
Maka wajar jika Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang meraih Penghargaan “Pesantren Pendukung Ekonomi Sirkular Terbaik 2025” dari Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah.
Bagaimana tidak, di PPFF Semarang, mau cari apa saja ada. Ini yang membedakan PPFF semarang dengan pondok pesantren modern lainnya.
Di PPP Semarang ada kantin, pujasera, kafe, toko buku, butik, peternakan unggas (ayam, bebek, angsa, banyak, hingga burung dara).
Juga ada peternakan kambing jawa maupun gibas, ada budidaya lele, ikan bawal, ikan nila, dan beragam jenis ikan lainnya.
Ada juga budidaya buah-buahan, sayur-mayur, pendeknya semua ada di PPFF Semarang.
Mondok di PPFF Semarang tak hanya diajarkan ilmu “akhirat” juga ilmu “dunia”.
“Jangan sampai lulusan PPFF Semarang menjadi pengangguran. Jika tidak bekerja di sektor formal, setidaknya bisa di sektor nonformal. Menjadi entrepreneurship, pengusaha. Harapannya bisa berguna untuk masyarakat sekitarnya, atau paling tidak bisa hidup layak untuk diri sendiri dan keluarganya,” kata Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. didampingi Ibu Nyai Fenty Hidayah SPdI.
Ya, berkat prestasinya itu, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang kembali mengukir prestasi membanggakan.
Dalam ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, PPFF dianugerahi penghargaan sebagai “Pesantren Pendukung Ekonomi Sirkular Terbaik Tahun 2025.”
Acara tersebut digelar pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Ballroom Gumaya Tower Hotel, Kota Semarang, dengan mengusung tema: “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.”
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas ikhtiar pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman, kemandirian santri, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Prestasi ini menjadi wujud nyata dari visi besar pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., yang sejak awal menanamkan bahwa pesantren harus menjadi pusat keberkahan, tidak hanya dalam bidang keilmuan agama, tetapi juga dalam kemandirian hidup dan penguatan ekonomi umat.
Di bawah bimbingan beliau, PPFF diarahkan menjadi pesantren yang menanamkan ruh khidmah dan kemandirian. Santri tidak hanya dibekali ilmu, namun juga latihan keterampilan hidup melalui berbagai unit usaha pesantren.
Semangat inilah yang menghidupkan ekosistem pesantren berbasis ekonomi sirkular, yang menjadi dasar diraihnya penghargaan ini.
PPFF mengembangkan sistem terpadu yang mengajarkan santri untuk menjaga kesinambungan sumber daya, antara lain melalui: pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk alami, pengelolaan peternakan berorientasi keberlanjutan, budidaya maggot dan pengolahan sampah organik, pertanian pesantren yang menopang kebutuhan harian santri.

Seluruh program tersebut bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi menjadi media tarbiyah agar santri memiliki kesadaran akan amanah sebagai khalifah fil ardl.
PPFF memandang penghargaan ini bukan sekadar capaian, tetapi sebagai amanah dan tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai keikhlasan dan kebermanfaatan.
Dengan diraihnya penghargaan ini, PPFF berharap dapat terus menjadi pesantren yang istiqamah dalam membangun kemandirian umat, sekaligus menjadi rujukan bagi pesantren lain dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan. Semoga langkah ini menjadi bagian dari jalan panjang keberkahan dan wasiat para guru.
Ketahanan pangan dan unit usaha yang dikembangkan PPFF antara lain dari sektor peternakan unggas: ayam pedanging dan petelur, mentok, bebek, angsa dan burung dara.
Dari peternakan kambing jawa dan gibas, dari sektor perikanan: ikan lele, nila, patin, bawal.
Dari sektor pertanian: cabe, jagung, bawang, jamur tiram, terong, kangkung, bayam, buncis dan berbagai jenis sayur.
Dari buah-buahan: melon, pepaya, dan berbaga jenis pohon buah.

Sedangkan berbagai badan usaha pesantren (BUMP) yang lain di sekitar dalam pesantren dibangun 2 unit mini market, butik pakaian, toko buku & kitab, 2 unit cafe, laundry, kantin pujasera.
Semua itu ditangani oleh santri dan melibatkan tenaga dari masyarakat sekitar untuk mengerjakan kerjaan berat dan serius.
Sedangkan santri hanya sebagai latihan skill manajemen pengadaan pelaksanaan dan pelayanan.***

