
Cairo, Mesir – Sekretariat IKSAFLANA (Ikatan Santri Alumni Fadhlul Fadhlan) Cairo menerima kunjungan istimewa dari Syekh Muhammad Athif Iwadh Ramadhan, Guru Al-Qur’an dan Hukum Islam di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Beliau juga merupakan Mab’uts Al-Azhar untuk Indonesia periode 2022–2025 yang mengabdikan diri sebagai pengajar di Madrasah Aliyah Al-Musyffa’ Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang.
Dalam kunjungan tersebut, Syekh Athif menyerahkan 15 kilogram daging kurban kepada keluarga besar IKSAFLANA Cairo. Daging kurban itu kemudian diolah bersama oleh para alumni PPFF yang sedang menempuh studi di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir menjadi berbagai hidangan khas Indonesia, seperti rendang, tengkleng, dan gulai kambing. Suasana kekeluargaan begitu terasa, menghadirkan kehangatan tersendiri bagi para mahasiswa yang tengah menuntut ilmu jauh dari tanah air.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga diisi dengan tausiyah dan motivasi yang sarat makna. Syekh Athif mengingatkan para mahasiswa agar tetap istiqamah dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Menurut beliau, kesempatan belajar di Al-Azhar merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan keseriusan dan tanggung jawab.
Syekh Athif juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui shalat dan ibadah yang baik. Menurut beliau, keberkahan ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan ketekunan belajar, tetapi juga oleh kedekatan seorang penuntut ilmu dengan Tuhannya. Selain itu, beliau mengingatkan agar para mahasiswa selalu menjaga keikhlasan dalam belajar serta menghindari berbagai hal yang dapat mengurangi fokus selama tholabul ilmi.
Semangat para alumni PPFF yang kini melanjutkan studi di Negeri Kinanah tentu tidak lahir begitu saja. Dibalik perjalanan mereka terdapat peran besar Dr. KH. Fadlolan Musyaffa, Lc., MA., pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, yang membina dan mendidik para santri dengan pendidikan berbasis karakter salaf, kedisiplinan, penguatan bahasa asing, kecintaan terhadap ilmu dan ulama, serta kedekatan diri kepada Allah.
Nilai-nilai yang ditanamkan selama masa tholabul ilmi di PPFF menjadi bekal penting bagi para alumni dalam menjalani kehidupan akademik di Mesir. Semangat untuk terus belajar, menjaga adab kepada guru, dan mendekatkan diri keada Allah, merupakan warisan pendidikan yang terus mereka pegang dalam perjuangan menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir.
Kunjungan Syekh Athif tidak hanya menjadi momen berbagi kebahagiaan, tetapi juga menjadi pengingat akan amanah besar yang diemban oleh setiap penuntut ilmu. Dengan bekal doa orang tua, bimbingan para guru, dan nilai-nilai pesantren yang telah ditanamkan sejak di PPFF, para alumni diharapkan terus menjaga semangat thalabul ilmi serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat di masa mendatang.
Allahumma Aamiin
(Rihanah-Santri PPFF***)


