
SEMARANG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang kembali menggelar Tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Gelombang 3 Madrasah Al-Musyaffa’ Tahun Ajaran 2026/2027 pada Sabtu–Ahad, 6–7 Juni 2026. Tingginya antusiasme calon santri dan wali santri dari berbagai daerah menjadi bukti semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang dikembangkan PPFF.
Rangkaian seleksi diikuti oleh calon santri jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Sejak pagi hari, para peserta bersama wali santri tampak memadati lingkungan pesantren dengan penuh semangat dan harapan untuk dapat menjadi bagian dari keluarga besar PPFF Semarang.
Pelaksanaan seleksi berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama berupa tes tulis yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, sedangkan tahap kedua berupa tes caea penulisan pegon, baca kitab kuning, baca Al-Qur’an, wawancara, serta penilaian kesiapan semangat belajar yang dilaksanakan secara langsung pada Ahad pagi di beberapa ruang kelas Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF.
Selain mengikuti proses seleksi, para wali santri juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi wawancara dan dialog bersama pihak pesantren. Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun sinergi antara pesantren dan keluarga dalam mendampingi proses pendidikan santri.
Usai pelaksanaan tes, calon santri dan wali santri mendapatkan pengarahan langsung dari Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan arah pendidikan PPFF yang berorientasi pada kaderisasi generasi berilmu, berakhlak, beradab dan siap mengabdikan diri kepada agama, bangsa.

Kyai Fadlolan menegaskan bahwa PPFF memiliki tiga program unggulan yang menjadi identitas utama pesantren, yaitu tahfidz Al-Qur’an 30 juz, pendalaman kitab kuning, serta penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara aktif. Ketiga pilar tersebut dirancang untuk membentuk santri yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran bersama antara santri, orang tua, dan kyai yang dibantu oleh banyak guru.

“Kompromi antara anak, orang tua, dan kyai adalah satu kesatuan. Anaknya semangat, orang tua mendukung secara moral dan material. Semangat anak dan orang tua menjadi pintu pertama kesuksesan anak-anak,” tutur beliau.
Tingginya jumlah pendaftar yang terus meningkat sejak gelombang inden hingga gelombang ketiga menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya kepada model pendidikan yang dikembangkan PPFF. Kepercayaan tersebut menjadi amanah besar bagi pesantren untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Melalui proses seleksi ini, PPFF berharap dapat menjaring calon-calon santri terbaik yang kelak tumbuh menjadi generasi Qur’ani, berakhlakul karimah, menguasai ilmu pengetahuan, serta mampu melanjutkan estafet perjuangan ulama dalam memberikan manfaat bagi umat dan bangsa, Allahumma amin.


