
SEMARANG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang kembali menghidupkan syiar Islam melalui Peringatan Malam 10 Asyuro 1448 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Raudhatul Jannah PPFF, Kamis malam (25/6/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Shalat Isya berjamaah, dilanjutkan pembacaan Maulid Burdah, kemudian Doa Malam Asyuro, wiridan, dan doa tolak balak yang dipimpin oleh Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA.

Dalam mauidhoh hasanahnya mengenai keutamaan hari Asyuro, Kyai Fadlolan mengajak seluruh jamaah untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW pada tanggal 10 Asyuro sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
“Semoga kita semua diberikan taufik untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW pada Hari Asyuro. Di antaranya dengan berpuasa Asyuro, memperbanyak sedekah, menyantuni serta mengusap kepala anak-anak yatim dan yatim piatu, memperbanyak doa, dzikir, dan amal-amal saleh lainnya,” dawuh Kyai Fadlolan.

Kyai Fadlolan juga menjelaskan bahwa tanggal 10 Muharram merupakan hari yang penuh dengan berbagai peristiwa besar yang menjadi bukti pertolongan dan kemenangan Allah SWT kepada para nabi dan rasul-Nya. Di antaranya, Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh AS beserta umatnya dari banjir besar, menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun, menyelamatkan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api, mengeluarkan Nabi Yunus AS dari perut ikan, serta berbagai peristiwa agung lainnya yang menunjukkan kasih sayang dan kekuasaan Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam hendaknya menjadikan Hari Asyuro sebagai momentum untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT melalui ibadah, sedekah, mempererat silaturahmi, serta memuliakan anak-anak yatim.
Usai mauidhoh hasanah, Kyai Fadlolan beserta Ibu Nyai Fenty Hidayah menyerahkan santunan kepada 43 santri yatim dan yatim piatu yang saat ini menjadi bagian dari keluarga besar PPFF. Meskipun bukan lembaga panti asuhan, PPFF menjadi rumah bagi puluhan santri yatim yang setiap hari menuntut ilmu agama, menghafal Al-Qur’an, mempelajari bahasa Arab dan Inggris, serta dibina dengan pendidikan berbasis karakter salaf.

Alhamdulillah santunan dari para donatur tersebut terkumpul hingga Rp. 34.550.000 dan diperkirakan akan terus bertambah. Dana santunan tersebut diberikan kepada para santri Yatim dan Yatim Piatu, dan juga disalurkan untuk mengurangi beban walisantri dalam hal SPP, catering, serta kebutuhan santri lainnya. Selain itu santunan ini sebagai ikhtiar menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam memuliakan anak yatim .
Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan santunan. Senyum bahagia terpancar dari wajah para santri yatim dan yatim piatu yang menerima perhatian serta kasih sayang dari keluarga besar PPFF dan para jamaah yang hadir.
Sebagai penutup, para jamaah makan bersama di ndalem pengasuh sementara para santri bancaan Bubur Asyuro yang dibuat dari perpaduan tujuh macam kacang-kacangan. Tradisi tersebut merupakan bentuk _tafā’ulan_ kepada kisah Nabi Nuh AS. Setelah Allah SWT menyelamatkan beliau beserta para pengikutnya dari banjir besar, perbekalan yang tersisa hanyalah berbagai jenis biji-bijian dan kacang-kacangan yang kemudian dimasak menjadi satu sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat keselamatan yang Allah anugerahkan.
Melalui Peringatan Malam 10 Asyuro ini, semoga seluruh amal ibadah yang dilaksanakan pada malam penuh keberkahan ini diterima oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala bala, dilimpahkan keberkahan rezeki, serta menjadikan seluruh keluarga besar PPFF senantiasa istiqamah dalam menebarkan manfaat bagi umat. Allahumma amin🤲


