
SEMARANG – Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Jawa Tengah. Rasa kehilangan yang mendalam juga turut dirasakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang. Jurnalis senior sekaligus mentor jurnalistik bagi para santri PPFF Semarang, Bapak Ali Arifin bin Muhlis, berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (15/7/2026).
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., bersama Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah, S.Pd.I dan Tim Media PPFF, bertakziah ke rumah duka almarhum di kawasan Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang.
Semasa hidupnya, Bapak Ali Arifin dikenal sebagai jurnalis senior yang berdedikasi tinggi terhadap dunia pers di Jawa Tengah. Beliau pernah menjabat Ketua Forum Pemimpin Redaksi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah dan tercatat sebagai anggota aktif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Selain aktif menulis dan memimpin redaksi, almarhum juga kerap didapuk sebagai narasumber dan pelatih dalam berbagai kegiatan literasi media dan pelatihan jurnalistik.
Almarhum dikenal dekat dengan PPFF Semarang karena kiprahnya membersamai dan melatih santri dalam dunia jurnalistik. Atas arahan Kyai Fadlolan Musyaffa’ yang menginginkan santri tak hanya piawai mengaji tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang multitalenta, Bapak Ali Arifin kerap kali dihadirkan untuk membersamai proses belajar para santri. Salah satunya pada pelatihan menulis berita di Meeting Room PPFF Semarang, beliau dengan telaten mengajarkan santri memilih topik yang bernilai, menyusun lead yang memikat, merajut alur berita yang runtut dan berimbang, hingga mengenalkan pengelolaan portal berita melalui sistem content management system (CMS).
Ketulusan dan kesabaran almarhum dalam mendampingi santri, dari langkah paling dasar hingga karya siap tayang, meninggalkan kesan mendalam. Ilmu dan semangat yang beliau tularkan menjadi bekal berharga yang terus dikenang dan diamalkan oleh para santri.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di jannatul na’im. Serta, semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. Allahumma Amiin🤲


