
Semarang – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Kitab Jurumiyah bersama KH. Muhammad Sa’udi dari Mayong, Jepara, pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertempat di Aula Ma’had Aly PPFF Semarang. Kegiatan ini menjadi ikhtiar pondok dalam meningkatkan kompetensi para asatidz sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran ilmu alat di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A. memperkenalkan sosok KH. Muhammad Sa’udi kepada seluruh peserta pelatihan. Beliau menyampaikan bahwa KH. Muhammad Sa’udi merupakan salah satu santri kinasih Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair yang mulai mondok di Pesantren Al-Anwar Sarang sejak tahun 1987 dan hingga kini tetap istiqamah mengabdi menjadi guru di MGS Sarang, tidak pernah boyong dari pesantren sekalipun telah memiliki pesantren dan ratusan santri di tempat tinggalnya Mayong Jepara. Keistiqamahan beliau dalam mengabdi sebagai guru selama puluhan tahun di Pesantren Al-Anwar Sarang menjadi teladan tentang pentingnya khidmah, kesabaran, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu yang berkah dan manfaat.

Berbekal perjalanan panjang tersebut, KH. Muhammad Sa’udi disamping ahli fiqh juga dikenal luas sebagai pengajar ilmu nahwu dan sharaf yang memiliki metode sederhana, sistematis, dan mudah dipahami. Tidak sedikit santri dari berbagai daerah yang datang kepesantrennya di Jepara untuk belajar kepada beliau, khususnya untuk memperdalam ilmu alat sebagai bekal sebelum mengabdikan diri sebagai guru di pesantren maupun lembaga pendidikan Islam.
Kedekatan Kyai Fadlolan Musyaffa’ dengan Kyai Sa’udi, menjadikan magnit untuk hadir di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan yang menjadi keberkahan tersendiri sekaligus kesempatan berharga bagi para asatidz dan santri untuk menimba ilmu langsung dari sosok yang telah lama berkhidmah dan berpengalaman dalam dunia pendidikan pesantren.

Kegiatan pelatihan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang dan diikuti oleh seluruh dewan asatidz Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan. Pada sesi ini, KH. Muhammad Sa’udi menyampaikan materi pembelajaran Kitab Jurumiyah beserta metode pengajaran yang efektif sehingga dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Sesi kedua dilaksanakan pada siang hingga sore hari dengan melibatkan santri baru Dirasah Khoshoh serta para alumni yang dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Al Azhar, Kairo Mesir. Pada sesi ini, KH. Muhammad Sa’udi mengajak para peserta mempelajari dasar-dasar ilmu nahwu dan sharaf melalui metode yang sederhana, sistematis, dan mudah dipahami. Berbagai istilah serta konsep dasar dijelaskan secara bertahap sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih efektif sebagai bekal untuk mendalami kitab-kitab turats.

Memasuki sesi ketiga yang dilaksanakan pada malam hari setelah jamaah salat Isya, KH. Muhammad Sa’udi melanjutkan pembahasan materi dengan menitikberatkan pada penerapan kaidah secara langsung. Para santri diajak mempraktikkan konsep-konsep yang telah dipelajari melalui contoh-contoh dari kitab, sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu nahwu dan sharaf dalam membaca serta menganalisis teks Arab. Di penghujung kegiatan, beliau juga memberikan motivasi kepada para santri agar senantiasa menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT (lillahi ta’ala), karena keikhlasan merupakan kunci keberkahan ilmu dan keberhasilan dalam mengamalkannya.
Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan terus meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keilmuan salaf. Penguatan kapasitas asatidz yang diiringi pembinaan spiritual kepada para santri diharapkan mampu melahirkan generasi yang kokoh dalam penguasaan ilmu, berakhlak mulia, serta siap melanjutkan estafet perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di masa mendatang.


