Dirosah Khosshoh Santri Baru PPFF Sebagai Tahap Upgrading Pelajaran

Ustadz Tasir
3 Min Read
Santri baru MTs dan MA PPFF Semarang mengikuti masa ta’aruf dan program Dirosah Khosshoh sebagai tahap upgrading pelajaran sebelum memulai pembelajaran

 

SEMARANG – Suasana Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang kembali ramai dengan kedatangan santri baru jenjang MTs dan MA Al-Musyaffa’ Tahun Ajaran 2026/2027. Sebelum memulai kegiatan belajar secara penuh, para santri mengikuti masa ta’aruf sebagai bekal awal mengenal kehidupan dan tradisi keilmuan pesantren.

 

Kegiatan diawali pada pagi hari dengan sesi muhadasah atau percakapan bahasa. Para santri diperkenalkan dengan budaya berbahasa Arab dan Inggris yang menjadi salah satu ciri khas PPFF melalui berbagai ungkapan sederhana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Setelah itu, santri mengikuti placement test yang sekaligus menjadi bagian dari pre-test penentuan kelas Dirosah Khosshoh. Tes ini bertujuan memetakan kemampuan awal santri agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

 

Menurut Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., kedatangan santri lebih awal bukan hanya untuk melatih kedisiplinan, tetapi juga sebagai persiapan memasuki program Dirosah Khosshoh, yakni pelatihan dasar ilmu nahwu dan sharaf, metode makna pegon, serta pengenalan rumus tarkib sebagai bekal mengikuti pembelajaran kitab kuning di PPFF.

 

Pengenalan lingkungan pesantren dan keluarga Pendiri-Pengasuh PPFF

 

Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan pesantren dan keluarga Pendiri-Pengasuh PPFF. Para santri diajak mengenal fasilitas, tata tertib, budaya pesantren, serta keluarga besar pengasuh agar lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan PPFF.

 

Sementara itu, pada malam hari kegiatan dilaksanakan secara terpisah. Santri putra baru MTs dan MA mengikuti kelas motivasi bersama Coach Yus Ibnu Yasin, sedangkan santri putri baru MTs dan MA melaksanakan tes lisan baca Al-Qur’an sebagai bagian dari pemetaan kemampuan awal dalam bidang Al-Qur’an.

Santri putra baru MTs dan MA mengikuti kelas motivasi bersama Coach Yus Ibnu Yasin

 

Melalui rangkaian masa ta’aruf ini, PPFF berharap para santri baru dapat beradaptasi dengan baik, memahami arah pendidikan pesantren, serta memiliki kesiapan mental dan keilmuan yang kuat sebelum memasuki program Dirosah Khosshoh dan kegiatan belajar mengajar secara penuh. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap melanjutkan perjuangan para ulama.

(Lintang Anggunigtyas-Santri PPFF***)

Share This Article
Verified by MonsterInsights