
SEMARANG — Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang, Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf, kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi Olimpiade Aksi & Syiar Ekonomi Syariah (OASE) Jawa Tengah 2026 pada 28–30 Juli 2026. Kepercayaan ini mempertegas peran PPFF sebagai percontohan nasional dalam penguatan ekonomi sirkular dan ketahanan pangan terintegrasi.

Pembukaan acara berlangsung semarak melalui penampilan Grup Nasyid Putri PPFF Shoutul Hafiyya dan pembacaan Al-Qur’an. Momen puncak ditandai secara simbolis dengan pemetikan cabai hasil program kemandirian pangan kolaborasi PPFF dan Bank Indonesia. Turut dihadiri dalam serimonial pembukaan Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, serta mitra strategis seperti KDEKS Jateng dan Hebitren Pusat.
Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., dalam dawuhnya menegaskan bahwa pesantren adalah miniatur Nusantara yang memegang kunci ketahanan pangan nasional. Melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), PPFF mengelola ekosistem terintegrasi mulai dari BUMP Adammart, Sabiela Fashion, Syauqi Bookshop, PPFF Food & Bakery Halal, Greenhouse, Peternajan kambing dan berbagai jenis unggas, Perikanan lele dan nila, Perkebunan sayur, hingga pengolahan limbah air bioflok lele dan nila menjadi siraman pupuk organik untuk tanaman sayur. Sampah bermasalah berubah menjadi berkah, kita pilah sampah organik utk campuran pakan unggas dikandang, sebagian untuk pakan maggot. Sedangkan sampah unorganik bisa dijual rapel untuk bayar listrik “Kami membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dari hasil bumi sendiri,” tegas beliau.

Dalam sambutannya, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi kesiapan PPFF sekaligus menyoroti transformasi pesantren yang kini berkembang menjadi episentrum penggerak pasar syariah global yang inklusif dan berkelanjutan.

40 Pondok Pesantren mitra BI dan beberapa kontingen dari mahasiswa dan masyarakat turut menjadi peserta OASE dan mengikuti rangkaian unjuk bakat. Sesi lomba dimulai undian dari Tim Hadroh El Fadhlan tampil memukau membawakan syiar seni Islami, sementara santri putri Siti Luthfin Nuuriyyah berhasil melangkah mantap hingga menembus jajaran 6 finalis terbaik pada Lomba Dakwah Ekonomi Syariah.

OASE 2026 ini juga dimeriahkan bazar UMKM yang sudah bersertifikat Halal binaan BI dan juga hadir 40 BUMP Pondok Pesantren. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak mandiri, dan menjadi pilar utama ketahanan ekonomi masyarakat.
(Laili Nailul Muna-santri PPFF***)


