
SEMARANG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang menerima kunjungan edukatif dan silaturahmi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2) Demak pada Rabu (17/6/2026). Kunjungan ini menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan dan program unggulan yang diterapkan di PPFF.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke ndalem pendiri sekaligus pengasuh PPFF, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. Dalam sambutannya, Kyai Fadlolan menyampaikan apresiasi atas kunjungan keluarga besar MAN 2 Demak serta menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan sarana saling belajar dan berbagi pengalaman antarlembaga pendidikan Islam. Dengan penuh tawadlu’, Kyai Fadlolan mengingatkan bahwa setiap lembaga perlu terus berbenah dan memperbaiki diri dalam ikhtiar menghadirkan pendidikan yang terbaik.
Pada kesempatan tersebut, Kyai Fadlolan memperkenalkan sistem pendidikan PPFF sebagai Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf yang memadukan tiga program utama, yakni tahfidh Al-Qur’an 30 juz dalam enam bulan, penguasaan bilingual bahasa Arab dan Inggris, serta pendalaman kitab kuning secara berjenjang. Dalam bidang nahwu, santri dibimbing mulai dari Jurumiyah hingga Alfiyah, sedangkan dalam bidang fikih mempelajari kitab-kitab mulai dari Matan Abi Syuja’ hingga Fathul Mu’in. Seluruh program tersebut dijalankan secara terintegrasi dalam sistem pendidikan paralel selama enam tahun pada jenjang MTs dan MA untuk membentuk generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, dan tetap berpegang teguh pada tradisi keilmuan Islam.

Lebih lanjut, Kyai Fadlolan menegaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu. Keberhasilan seseorang, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan keluasan pengetahuan, tetapi juga oleh akhlak, kerendahan hati, dan kesungguhan dalam belajar. Oleh karena itu, pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter melalui proses meneladani akhlak kyai dan asatidz yang mendampingi santri dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kyai Fadlolan, salah satu keunggulan pendidikan pesantren terletak pada proses pembelajaran yang berlangsung secara menyeluruh, di mana santri tidak hanya belajar dari materi yang diajarkan, tetapi juga dari sikap, adab, dan keteladanan guru-gurunya. Hingga saat ini, sistem pendidikan tersebut telah mengantarkan enam puluhan santri dari 4 angkatan alumni MA Al-Musyaffa’ PPFF melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir.
Kepala MAN 2 Demak, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman dan sistem pendidikan yang diterapkan di PPFF. Kepala MAN 2 Demak juga berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi sarana berbagi wawasan dan inspirasi dalam pengembangan pendidikan Islam.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin ukhuwah yang semakin erat antarlembaga pendidikan Islam serta lahir kolaborasi dan semangat bersama dalam menghadirkan pendidikan yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Allahumma Amin 🤲🏻✨
(Ummi Tamami-Santri PPFF***)


