Malam Rebo Wekasan, Ribuan Santri PPFF Larut dalam Mujahadah dan Do’a Bersama

Ustadz Tasir
3 Min Read
Malam Rebo Wekasan di PPFF berlangsung khidmat dengan mujahadah, doa bersama, pembacaan Yasin, dan sedekah sebagai ikhtiar menolak bala.

Semarang, 11 Agustus 2026 — Malam Rebo Wekasan di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, berlangsung penuh khidmat. Ribuan santri putra dan putri bersama jamaah masyarakat sekitar berkumpul di Masjid Raudhatul Jannah, Selasa malam (11/8/2026). Setelah Shalat Isya berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., tentang Rebo Wekasan dan amalan yang dianjurkan para ulama.

Yai Fadlolan menegaskan bahwa para wali terdahulu mengisi Rebo Wekasan dengan selamatan, sedekah, dan ibadah.

Dalam tausiyahnya, Yai Fadlolan menjelaskan bahwa Rebo Wekasan merupakan Rabu terakhir bulan Safar. Mengutip Kanzun Najah was Surur, Yai Fadlolan menyampaikan keterangan sebagian ulama tasawuf kalangan ahli ma’rifat mengenai 320.000 bala’ yang diturunkan pada hari tersebut. Karena itu, para ulama menganjurkan memperbanyak amal saleh, seperti shalat sunnah, doa, membaca Surah Yasin, dan sedekah sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT. Yai Fadlolan juga menegaskan bahwa para wali terdahulu mengisi Rebo Wekasan dengan selamatan, sedekah, dan ibadah. Adapun shalat yang dilaksanakan bukan diniatkan sebagai shalat tolak bala’, melainkan shalat sunnah mutlak atau shalat sunnah li qadha’il hajat, sedangkan doa dan sedekah dapat diniatkan sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari bala’.

 

Ribuan santri dan jamaah melaksanakan shalat sunnah dengan penuh kekhusyukan, kemudian dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama

Usai tausiyah, ribuan santri dan jamaah melaksanakan shalat sunnah dengan penuh kekhusyukan, kemudian dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Doa dipimpin oleh Yai Fadlolan, kemudian dilanjutkan oleh Syaikh Eid Kamil Barakat, Mab‘uts Al-Azhar Kairo Mesir untuk Indonesia yang bertugas di PPFF. Dalam doa tersebut, para santri dan jamaah memohon rahmat, ampunan, kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta perlindungan Allah SWT dari berbagai bala’ dan musibah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Rebo Wekasan dapat diisi dengan ibadah dan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar menjadi sebuah tradisi.

 

Yai Fadlolan bersama Ibu Nyai Fenty memberikan sedekah bancaan kepada para santri dan jamaah yang hadir

Sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar, Yai Fadlolan bersama Ibu Nyai Fenty memberikan sedekah bancaan kepada para santri dan jamaah yang hadir. Bancaan tersebut kemudian dinikmati bersama dalam suasana ramah tamah yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagaimana anjuran para ulama terdahulu, memperbanyak sedekah merupakan salah satu ikhtiar menolak bala’ (الصدقة دفع البلاء). Semoga mujahadah, doa, dan sedekah yang dilaksanakan menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan Allah SWT serta keselamatan bagi seluruh keluarga besar PPFF, para santri, jamaah, dan masyarakat luas. Allahumma amin.

Share This Article
Verified by MonsterInsights