
BANDUNG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, melaksanakan kegiatan studi tiru dan Focus Group Discussion (FGD) bidang agribisnis di Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 12–14 Agustus 2026.
Kegiatan yang diinisiasi bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan model bisnis komoditas hortikultura berbasis teknologi.
Rombongan PPFF Semarang dipimpin langsung oleh Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., beserta Ibu Nyai Fenty Hidayah, S. Pd. I., dan didampingi 15 guru pengajar. Selama kunjungan lapangan, rombongan meninjau langsung pengelolaan kawasan perkebunan seluas 15 hektar serta puluhan unit greenhouse yang memproduksi aneka buah dan sayur berkualitas premium.

Pondok Pesantren Al-Ittifaq yang dipimpin oleh K.H. Agus Setia Irawan atau yang akrab disapa Mang Haji Irawan, dikenal sebagai pesantren percontohan nasional di bidang pertanian dan peternakan. Di bawah kepemimpinannya yang progresif, inovatif, dan futuristik, Al-Ittifaq berhasil menjadi pemasok utama komoditas buah dan sayur premium ke jaringan ritel Modern Superindo di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian para akademisi, institusi perguruan tinggi, hingga peneliti mancanegara.
Rangkaian kegiatan studi tiru ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan para pakar agribisnis dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Institut Pertanian Bogor (IPB). Diskusi mendalam tersebut membahas pengembangan teori dan implementasi teknis, mulai dari optimalisasi sistem greenhouse modern hingga penerapan pola rumah naungan (shade house).

Melalui kegiatan ini, PPFF Semarang berkomitmen untuk mengadopsi serta mengaplikasikan tata kelola agribisnis modern Al-Ittifaq guna mendukung program kemandirian ekonomi berbasis pesantren di wilayah Jawa Tengah.
PPFF ingin lebih optimalkan 6 greenhouse yang telah dimiliki serta meningkatkan produktifitas 2 hektar perkebunan sayur agar bisa mencukupi kebutuhan sayur, ikan, ayam, untuk ribuan santri PPFF, sehingga mampu mengurangi belanja dapur pesantren. Lebih lagi mampu mengurangi inflasi negara sekalipun sekala sangat kecil.
Dengan ikhtiar ekonomi sirkuler dari budidaya ternak kambing, berbagai jenis unggas, berbagai jenis sayur, budidaya maggot, mengolah sampah bermasalah menjadi berkah, mini market, dan berbagai unit usaha milik pesantren (BUMP) maka akan terjadi perputaran ekonomi didalam pesantren yang bagus dan profesional.***
(Lintang Angguningtyas-Santri PPFF***)


