BahteraBerita.com – Medan — Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Pasar IV Barat, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam rumah mereka pada Senin (1/12/2025). Mereka diduga tewas akibat keracunan asap genset setelah rumahnya kebanjiran dan listrik padam.
Penemuan jenazah ini berawal dari kecurigaan pihak keluarga yang sudah tidak dapat menghubungi para korban sejak beberapa hari sebelumnya.
Kontak Terakhir: Telepon yang Tidak Lagi Terjawab
Ratna (33), adik kandung salah satu korban, mengungkapkan bahwa ayah dan abangnya sempat berkomunikasi melalui telepon saat banjir melanda wilayah Medan.
“Ayah sempat tanya kabar keluarga abang saya lewat telepon karena rumah mereka kebanjiran,” ucap Ratna.
Namun setelah itu, komunikasi dengan keluarga korban terputus. Mulai Jumat (28/11/2025), keluarga tidak lagi bisa menghubungi penghuni rumah tersebut. Kecurigaan semakin besar ketika usaha galon air milik korban terlihat tutup.
Pintu Terkunci dari Dalam, Telepon Tak Diangkat
Salah satu anggota keluarga mendatangi rumah korban, namun pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Usaha memanggil dan mengetuk rumah pun tidak mendapat respons.
Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Wirasana Ungkap 18 Adegan Mengerikan: Pelaku Ditangkap di Yogyakarta!
“Jumat itu sudah lost contact. Digendor-gendor tapi pintunya terkunci dari dalam,” ujar Ratna.
Pada Sabtu, keluarga kembali mencoba menghubungi lewat telepon, namun tetap tidak ada jawaban.
Tetangga: Rumah Kebanjiran, Lampu Mati, Genset Dihidupkan
Kecurigaan semakin kuat ketika tetangga sekitar menyebutkan bahwa rumah korban sempat kebanjiran dan listrik padam. Untuk penerangan, para korban diketahui menghidupkan genset.
“Tetangga bilang abang saya sempat keluar beli makanan. Tapi mereka juga hidupkan genset karena mati lampu,” ungkap Ratna.
Aroma Menyengat dari Dalam Rumah: Tanda Bahaya Mulai Tercium
Karena tidak ada kabar hingga Minggu, keluarga merencanakan untuk mendobrak pintu apabila pada Senin kondisi tetap sama. Ketika mereka datang kembali pada Senin, aroma menyengat mirip bau bangkai tercium dari dalam rumah.
Pihak keluarga lalu meminta bantuan kepala lingkungan (kepling) setempat sebelum melakukan pembukaan paksa.
“Karena sudah tercium aroma busuk, akhirnya pintu dibuka paksa,” kata Ratna.
Penemuan Mengerikan: Jenazah di Tangga dan Lantai Dua
Setelah pintu berhasil didobrak, pemandangan mengerikan terlihat. Semua anggota keluarga ditemukan sudah tidak bernyawa.
Kakak ipar ditemukan di tangga rumah, tubuhnya sudah menghitam.
Keponakan ditemukan meninggal di kasur lantai dua.
Baca Juga: Struktur Berita Bencana Alam di Indonesia: Cara Menyusun Informasi yang Tepat
Abang kandung Ratna ditemukan di lantai dua dalam kondisi tak bernyawa.
Ratna menduga seluruh keluarga sudah meninggal sejak tiga hari sebelumnya.
“Sepertinya mereka sudah tiga hari meninggal, sejak Jumat itu,” ujarnya.
Polisi: Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Autopsi
Saat ini jenazah para korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk proses autopsi. Pihak keluarga juga masih berembuk mengenai tindak lanjut pemeriksaan.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohab Sibuea, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian.
“Masih diduga. Penyebabnya menunggu hasil identifikasi rumah sakit. Belum bisa disimpulkan,” ujarnya.
Tragedi ini menambah panjang daftar korban banjir dan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Medan. Dugaan keracunan asap genset masih menunggu kepastian medis, sementara keluarga korban kini hanya bisa menanti kejelasan penyelidikan.
Sumber Berita: https://www.detik.com/sumut/berita/d-8238579/kronologi-sekeluarga-ditemukan-tewas-usai-rumahnya-di-medan-kebanjiran


