PPFF Tunjukkan Sistem Pendidikan Unggulan di TV Nasional

Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang tampil di talkshow “Kopi Darmo” TV9 Nusantara, menunjukkan sistem pendidikan bilingual Arab-Inggris, pendalaman kitab kuning, dan Tahfidh Al-Qur’an 30 juz dalam 6 bulan

 

Semarang — Di tengah arus globalisasi yang kian dinamis, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang hadir membawa warna baru pendidikan pesantren. Melalui program talkshow “Kopi Darmo” di TV9 Nusantara, Rabu (29/4/2026), Pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, menegaskan peran PPFF sebagai lembaga Pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi religius sekaligus berdaya saing global.

 

PPFF memiliki tiga program unggulan yang menjadi pilar utama pendidikannya, yakni sistem bilingual bahasa Arab dan Inggris, pendalaman dan penguasaan kitab kuning, serta program tahfidh Al-Qur’an 30 juz dengan kurun waktu 6 bulan sebagai syarat dasar menjadi Ulama. Menariknya, meski belum genap berusia delapan tahun sejak berdiri pada 2018, pesantren ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dengan jumlah santri yang kini mencapai sekitar 1.600 santri.

 

Kyai Fadlolan menjelaskan bahwa sistem bilingual penting untuk diterapkan karena 1/3 belahan dunia memakai Bahasa Arab, sedangkan 2/3 dunia memakai Bahasa Iggris. Oleh karena itu PPFF menerapkan sistem bilingual secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari santri. “Selain di kamar, seluruh area wajib menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Dari terpaksa, kemudian mereka bisa, menjadi terbiasa, hingga akhirnya membentuk karakter,” ungkap Kyai Fadlolan.

 

Tak hanya bahasa, kekuatan utama PPFF terletak pada integrasi ilmu salaf dan Al-Qur’an. Santri dibekali penguasaan kitab kuning mulai Jurumiyyah hingga Alfiyah, serta Fathul Qorib hingga Fathul Mu’in, serta program unggulan hafal Al-Qur’an 30 juz dalam waktu 6 bulan, bahkan banyak santri yang mampu menyelesaikannya dalam waktu 4–5 bulan saja.

 

“Al-Qur’an itu mudah dihafal karena merupakan mukjizat. Yang perlu diubah adalah mindset bahwa menghafal itu sulit,” tegas Kyai Fadlolan.

 

PPFF juga memproyeksikan lulusannya untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir maupun perguruan tinggi favorit di Indonesia. Terbukti dengan lolosnya 27 santri MA Al-Musyaffa’ PPFF Angkatan ke-4 pada tahun 2026 ini di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, dengan total 67 santri telah diterima dan menjalani kuliah sejak angkatan pertama.

 

Tak hanya unggul dalam sistem pendidikannya, PPFF bahkan menjadi pesantren percontohan ekonomi mandiri di Jawa Tengah oleh Bank Indonesia melalui berbagai unit usaha pesantren (BUMP) yang dimiliki PPFF.

 

Mengusung jargon “Jump Jump Excellent”, PPFF terus mendorong santri untuk mempunyai lompatan pikiran serta tindakan menuju masa depan yang luar biasa.

 

Melalui talkshow TV9 Nusantara, diharapkan PPFF semakin dikenal luas oleh masyarakat sebagai model pendidikan pesantren yang integratif dan adaptif, sekaligus mampu menginspirasi lembaga pendidikan lainnya dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing global.

Verified by MonsterInsights