Kyai Fadlolan Musyaffa’ Pimpin Jalsah Mubahatsah Al-Shufiyah JATMAN PBNU, Jelang Muktamar NU ke-35

Ustadz Tasir
3 Min Read
Jelang Muktamar NU ke-35, Kyai Fadlolan Musyaffa’ Pimpin Jalsah Mubahatsah Al-Shufiyah JATMAN PBNU

BAHTERABERITA.COM – JOMBANG — Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), rangkaian kegiatan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Aliyah berlangsung mengawali puluhan kegiatan pra dan sela-sela Muktamar 35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Dalam rangkaian tersebut, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., (Wakil Koordinator Lajnah Mubahatsah Al-Shufiyah JATMAN PBNU) mendapat peran memimpin kegiatan jalsah bahtsul masail.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Istighotsah dan Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, dimulai sejak Selasa malam (25/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar batin untuk memohon pertolongan, petunjuk, dan keberkahan dari Allah SWT agar pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi jam’iyyah dan umat.

Dalam kesempatan tersebut, Rais ‘Aly Idarah Aliyah JATMAN, KH. Achmad Chlawani Nawawi, mengingatkan pentingnya menempatkan khidmah di atas jabatan. Ia juga mengajak warga NU untuk menjadikan keteladanan para muassis NU sebagai pijakan dalam menghadapi berbagai dinamika organisasi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan Sidang Pleno RakorNAS JATMAN, Rabu (26/8/2026). Dalam forum tersebut, Kyai Fadlolan dipercaya sebagai Moderator Komisi B pada agenda Mubahatsah Masail Ash-Shufiyah (Multaqo’ Masyayikh Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah) yang berlangsung pukul 10.30–13.45 WIB di Ruang Pertemuan Gedung B. Sebagai moderator, Kyai Fadlolan, memimpin jalannya mubahatsah atau disebut bahtsul masail Al-Shufiyah dengan tema Thoreqah, Manhaj, Dan Mursyid yang Mu’tabarah menurut Ahlisunah wal Jamaah. Kyai Fadlolan mengarahkan semua pembahasan materi ini akan menjadi buku pedoman bagi seluruh Thoreqah Mu’tabarah dibawah JATMAN PBNU.

Keterlibatan Kyai Fadlolan dalam rangkaian agenda JATMAN ini semakin menegaskan kiprahnya dalam forum-forum ilmiah keulamaan dan peran pengambilan keputusan keagamaan. Terlebih, sehari sebelumnya, beliau juga baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031. Dua amanah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Kyai Fadlolan dalam mengawal berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan melalui kajian keislaman yang mendalam, responsif, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

Sementara itu, Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang. Semoga seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan serta menghasilkan keputusan terbaik dari Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan umat. ( Ummi Tamami – Santri PPFF Semarang)***

Share This Article
Verified by MonsterInsights