
Semarang – Pondok Pesantren Fadhlul Fadlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang resmi membuka rangkaian At-Tadabbur wa Ar-Ruju’ pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter santri melalui pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, kepemimpinan, dan penguatan spiritual.
Hari pertama diisi dengan orientasi, pembentukan disiplin fisik dan mental, gladi apel pembukaan, latihan fisik, serta pembekalan Manajemen Waktu, Manajemen Prioritas, Manajemen Taqarrub ilallah, dan Kepedulian Sosial (Sense of Belonging). Pembinaan fisik dan mental turut didampingi para trainer dari TNI, yakni Sertu Purwanto, Serka Didik K., dan Sertu Umar F., serta dari POLRI, Aiptu Munif.
Dalam apel pembukaan, Pendiri sekaligus Pengasuh PPFF, DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., menekankan pentingnya mengimplementasikan ilmu dan dalil dalam kehidupan nyata. Menurut Kyai Fadlolan, ilmu harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan. Kyai Fadlolan juga menegaskan tiga kunci keberhasilan santri, yaitu manajemen waktu, manajemen prioritas, dan taqarrub ilallah, yang harus berjalan seiring sebagai fondasi keberhasilan dunia dan akhirat.
Melalui At-Tadabbur wa Ar-Ruju’, PPFF berupaya membentuk santri yang tangguh secara fisik, matang secara mental, peduli terhadap sesama, disiplin dalam mengelola waktu dan prioritas, serta kuat dalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Bekal tersebut diharapkan menjadi dasar bagi santri untuk tumbuh sebagai generasi unggul yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa. (Lintang Angguningtyas, Santri PPFF Semarang)***


