
JOMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA bersama Ibu Nyai Fenty Hidayah, S.Pd., memimpin ribuan santri dari 25 bus dalam agenda tahunan Ziarah Auliya’ ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura. Perjalanan penuh keberkahan menyambut Hari Santri Nasional (HSN 2026) dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 19-20 September 2026. Diawali dari ziarah Makam Pendiri NU di Tebuireng, Jombang, yang menyemayamkan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, serta KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Shalahudin Wahid (Gus Sholah) dan dzurriyah.
Kyai Fadlolan dan rombongan disambut hangat oleh Ibu Nyai Farida Shalahudin (istri Gus Sholah), yang merupakan kasepuhan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Diusia hampir 83 th ibu Nyai Hj. Farida Salahuddin tetap tampak bugar, sangat senang menyambut kyai Fadlolan yang sudah akrab sejak Gus Sholah, berziarah ke Mesir tahun 2001. Di Mesir kyai Fadlolan juga sebagai tokoh PCINU Mesir, serta sepulangnya menempuh pendidikan S3 kyai Fadlolan menjalin silaturrahmi dengan Gus Sholah, termasuk berziarah bersama santri PPFF yang rutin sowan dan melakukan ziarah tabarrukan setiap tahunnya.

Di hadapan para santri, Kyai Fadlolan menekankan pentingnya menghormati serta meneladani perjuangan para tokoh pendiri NU yang melanjutkan dakwah Wali Songo. Kyai Fadlolan menegaskan bahwa tempat tersebut merupakan makam para auliya’ pendiri NU yang merupakan organisasi Islam terbesar di dunia. Melalui ziarah ini, para santri kader bangsa diharapkan dapat meresapi nilai perjuangan ulama dan mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.
Suasana khidmat dan nuansa spiritual mendalam menyelimuti area makam saat Kyai Fadlolan mendapat kehormatan memimpin tahlil dan doa langsung dari dalam pagar sakral makam. Ribuan santri yang mengagumi sosok Gus Dur sebagai ulama dan Presiden ke-4 RI mengikutinya dengan penuh takzim dari luar pagar. Penghormatan tersebut diakhiri dengan prosesi tabur bunga bersama keluarga ndalem Tebuireng.

Ziarah Auliya’ ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pendidikan karakter agar santri senantiasa tabarukan kepada para kyai pahlawan pejuang bangsa serta meneladani peran mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan NKRI.
Setelah menikmati makan siang bersama, perjalanan dilanjutkan menuju Madura untuk tabarukan ziarah makam Syaikhona Kholil Bangkalan, guru agung Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, guna menyempurnakan ikhtiar batin seluruh rombongan.
#ppffmendunia #ZiarahAuliyaPPFF2026 #ponpesfadhlulfadhlansemarang
(Santri PPFF-Lintang***)


