
DEMAK – Rangkaian Ziarah Auliya’ 2026 Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, berlanjut ke Kadilangu, Demak, untuk berziarah ke makam Sunan Kalijaga. Sebelum rangkaian ziarah dimulai, Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., bersama Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah Fadlolan dan rombongan terlebih dahulu bersilaturahmi dikediaman Mbah Raden Wiedjayanto, Kasepuhan Ahli Waris Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.
Sowan dadakan tanpa rencana bahkan Kyai Fadlolan, setengah dipaksa oleh Dr H. Taufiqurrahman, Kepala Kemenag Kendal. Pertemuan pertama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban seperti sudah kenal lama, sungguh tidak terduga ternyata Kyai Fadlolan dan Mbah Raden Wiedjayanto, sama-sama keturunan ke-14 Sunan Kalijaga. Kyai Fadlolan dari jalur Panembahan Ketib, dan Mbah Raden Wiedjayanto, dari jalur Panembagan Wijil.
Silsilah singkat Keturunan Kanjeng Sunan Kalijaga bisa kita lihat berikut:
Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid / Raden Muhammad Abdussyahid)
Keturunan pertama: Sunan Hadi / Panembahan Kali (Putra Sunan Kalijaga, pemimpin/pengganti di Kadilangu)
Keturunan kedua: Panembahan Penghulu
Ketiga: Panembahan Ketib.
Keempat: Panembahan Sabrang.
Kelima: Panembahan Agung / Panembahan Notoprojo I.
Keenam: Panembahan Wijil / Panembahan Notoprojo II.
Pertemuan Mbah Wiedjayanto dan Kyai Fadlolan, merupskan momen lanka yang menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyambung nasab dengan Kasepuhan Ahli Waris Sunan Kalijaga yang hingga kini turut menjaga tradisi dan warisan dakwah Sunan Kalijaga di Kadilangu.
Usai sowan dan silaturahmi, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan tawassul bersama seluruh santri PPFF di makam Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga atau Raden Said merupakan salah satu Wali Songo yang dikenal luas dalam sejarah dakwah Islam di tanah Jawa. Dakwah beliau dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui seni dan budaya, sehingga ajaran Islam dapat diterima secara luas tanpa menghilangkan kearifan lokal. Kadilangu menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan dakwah beliau sekaligus tempat beliau dimakamkan.

Para santri mengikuti rangkaian ziarah dengan tertib, memanjatkan doa, serta mengenang perjuangan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam dengan penuh kearifan. Usai menyelesaikan rangkaian ziarah di Kadilangu, seluruh rombongan kemudian menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Demak sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju PPFF Semarang. Perjalanan Ziarah Auliya’ 2026 ini diharapkan menjadi perjalanan yang penuh berkah, membawa manfaat bagi seluruh santri, serta menumbuhkan kecintaan kepada para ulama dan semangat untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh doa yang dipanjatkan dan setiap langkah yang ditempuh selama ziarah menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar PPFF.
#ppffmendunia #ZiarahAuliyaPPFF2026 #ponpesfadhlulfadhlansemarang
(Santri PPFF-Tamami***)


