Banjir Aceh Tamiang: Desa Hilang, Akses Lumpuh Total oleh ‘Lautan’ Kayu – Kondisi Terparah Sepanjang 2025

BahteraBerita.com – Banjir besar yang menghantam Provinsi Aceh kembali menjadi tragedi memilukan. Salah satu wilayah paling terdampak adalah Kabupaten Aceh Tamiang, yang bahkan melaporkan hilangnya sebuah desa secara keseluruhan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengungkapkan bahwa sejumlah kampung di Aceh kini “tinggal nama”, hancur lebur disapu banjir bandang pekan lalu. Kondisi ini disebutnya sebagai salah satu bencana terparah yang pernah dialami Aceh dalam beberapa tahun terakhir.

“Banyak kampung dan kecamatan yang tinggal nama sekarang. Mereka banyak korban,” ujar Mualem dengan nada pilu.

Empat wilayah yang dikonfirmasi paling parah yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen. Ia menegaskan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga saat ini adalah sembako dan air bersih.

Kampung Sekumur Hilang Total

Di Desa Sekumur, Aceh Tamiang, banjir menghanyutkan 280 rumah. Kini, hanya sebuah masjid yang masih berdiri, dikelilingi tumpukan kayu raksasa setinggi hampir menyamai atap bangunan.

Baca Juga: Polda Riau Kirim Peti Pendingin Jenazah ke Agam: Dukung Penanganan Korban Bencana Terparah di Sumbar

Banjir besar yang terjadi pada 27 November 2025 itu tidak memberi kesempatan warga menyelamatkan harta benda. Banyak yang kini mengungsi ke dataran tinggi dan membutuhkan bantuan darurat.

Akses Desa Lumpuh Total akibat ‘Lautan’ Kayu

Tidak hanya menghancurkan desa, banjir juga membawa dampak lain yang tak biasa—hamparan kayu gelondongan dalam jumlah masif.

Di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Aceh Tamiang, tumpukan kayu dan lumpur tebal menutup total akses jalan menuju permukiman dan Pondok Pesantren Darul Mukhlishin. Dari udara, wilayah itu terlihat seperti lautan kayu, menutupi hampir seluruh area.

Hanya bangunan masjid dan ponpes yang tampak berdiri. Selebihnya rata, tertutup lumpur dan kayu-kayu besar yang menyerupai sisa-sisa hutan tersapu arus.

Update Resmi BNPB: 921 Meninggal, Ratusan Hilang

Dalam rapat koordinasi percepatan penanganan bencana di Sumatera, Kepala BNPB Letjen Suharyanto melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto:

Baca Juga: Fakta-Fakta Tragis Kasus Pria Cilacap Bunuh Pacar lalu Coba Bunuh Diri dengan Pestisida

Meninggal dunia: 921 orang

Hilang: 392 orang

Mengungsi: 975.000 orang

Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah karena pencarian masih terus dilakukan di beberapa wilayah dengan kondisi medan sulit.

Banjir Aceh Tamiang 2025 bukan hanya bencana alam biasa, melainkan tragedi besar yang menghapus desa, melumpuhkan akses, dan menyebabkan korban jiwa masif. Upaya bantuan dan pemulihan kini menjadi prioritas utama pemerintah pusat maupun daerah.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8248150/banjir-aceh-tamiang-desa-hilang-hingga-akses-tertutup-tumpukan-kayu

Verified by MonsterInsights