Menuju Sistem Pendidikan Terintegrasi : Dewan Asatidz Madrasah Al Musyaffa’ PPFF Diberikan Pelatihan Implementasi Digital School

 

 

Menuju Sistem Pendidikan Terintegrasi : Dewan Asatidz Madrasah Al Musyaffa’ PPFF Diberikan Pelatihan Implementasi Digital School

SEMARANG — Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang terus melangkah dalam penerapan sistem Digital School sebagai sarana pemantauan perkembangan aktivitas guru mengajar dan santri belajar. Setelah sebelumnya menggelar Sosialisasi Digital School pada 26 Oktober 2025, PPFF kembali melanjutkan tahapan implementasi dengan menyelenggarakan pelatihan bagi dewan asatidz Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF Semarang pada 25–26 Januari 2026.

 

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya mempersiapkan dewan asatidz menggunakan sistem Digital School digunakan secara penuh dalam aktivitas pembelajaran dan pengelolaan pendidikan pesantren. Melalui kegiatan ini, dewan asatidz dibekali penguatan pemahaman teknis sistem digital PPFF, pemanfaatan fitur-fitur pendukung pembelajaran dan administrasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pendidik.

Dewan Asatidz Madrasah Al-Musyaffa' PPFF juga diarahkan pada penguatan kompetensi pedagogis dewan asatidz dalam mendampingi santri

Selain penguasaan sistem digital, pelatihan juga diarahkan pada penguatan kompetensi pedagogis dewan asatidz dalam mendampingi santri. Pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman karakter dan kapasitas peserta didik turut menjadi perhatian, agar pemanfaatan teknologi berjalan seiring dengan pembinaan karakter santri.

 

Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari keseriusan Pendiri dan Pengasuh PPFF DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola administrasi pesantren. Pelatihan ini menjadi kelanjutan dari Sosialisasi Digital School yang telah dilaksanakan pada Oktober 2025 bersama tim Digital School Konawe, Sulawesi Tenggara yang turut hadir KH. Moh. Wildan Habibi (Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab dan Ketua MUI Konawe Selatan). Pada kegiatan tersebut, perwakilan tim Digital School Konawe yakni Bapak Rofi’udin, M.Pd, memperkenalkan konsep digitalisasi tata kelola pesantren yang mencakup pembelajaran, administrasi, serta pengelolaan data pesantren secara terintegrasi.

 

Sebagaimana disampaikan dalam sosialisasi sebelumnya, digitalisasi pesantren dipandang sebagai kebutuhan agar pesantren tetap adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kesalafan, dan keikhlasan yang menjadi ruh pendidikan pesantren. Melalui Digital School, proses belajar mengajar dan pemantauan perkembangan santri diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, tertib, dan terukur.

 

Dengan dilaksanakannya pelatihan ini, PPFF menegaskan komitmennya untuk menjadikan Digital School bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari ikhtiar peningkatan mutu pendidikan dan tata kelola pesantren yang berkelanjutan, serta tetap berpijak pada nilai-nilai salafiyah.

Verified by MonsterInsights