At-Tadabbur wa Ar-Ruju’ Hari Ketiga: Sinergi Kecerdasan Spiritual dan Penguatan Integritas Santri PPFF

Rangkaian kegiatan _At-Tadabbur wa Ar-Ruju’_ di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang memasuki hari ketiga pada Rabu (1/4/2026)

 

*Semarang* — Rangkaian kegiatan _At-Tadabbur wa Ar-Ruju’_ di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang memasuki hari ketiga pada Rabu (1/4/2026). Fokus utama kegiatan yakni penguatan mentalitas melalui kecerdasan komprehensif, edukasi preventif terhadap perilaku menyimpang di lingkungan remaja, serta pendalaman nilai-nilai karakter.

 

Kegiatan diawali dengan apel dan senam pagi yang dipimpin personel TNI AD guna memantapkan kedisiplinan fisik dan kekompakan baris-berbaris (PBB). Memasuki sesi sosialisasi, Bapak Munif oleh POLRI memberikan edukasi mendalam mengenai pencegahan bullying dan kenakalan remaja sebagai upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan humanis dengan mencerminkan citra santri yang berakhlaq. Hal ini sejalan dengan komitmen Yai Fadlolan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Bapak Agus Susilo dari TNI AD memaparkan materi kunci mengenai pentingnya santri memiliki empat kecerdasan: Intelektual, Naluri, Spiritual, dan Emosional.

 

Bapak Agus Susilo dari TNI AD memaparkan materi kunci mengenai pentingnya santri memiliki empat kecerdasan: Intelektual, Naluri, Spiritual, dan Emosional. Beliau menggarisbawahi bahwa dzikir dan wirid istiqamah di PPFF merupakan perisai atau benteng diri, sementara kecerdasan emosional menjadi kunci regulasi diri agar santri tidak mudah terpengaruh perkara negatif.
_Seperti wirid, hizib, dan zikir yang telah menjadi kultur istiqamah di PPFF setelah salat maktubah adalah senjata utama bagi santri. Karena kedekatan kepada Allah adalah salah satu dari 3 management kunci sukses dunia dan akhirat ala Yai Fadlolan._”Ujar Pak Agus.

 

Memasuki malam hari, Bapak Didik yang memberikan penguatan mengenai pentingnya manajemen waktu. Beliau mengapresiasi peningkatan signifikan kedisiplinan santri yang hadir lebih tepat waktu (on time) dan tertib.

 

“_Esensi kegiatan At-Tadabbur wa Ar Ruju’ adalah mengangan-angan atau introspeksi untuk kembali ke jalan yang benar. Santri harus tergugah tanpa komando, disiplin waktu, dan konsisten melakukan upgrade jiwa maupun raga untuk menjadi pemimpin unggul dimasa depan,_” tutur Kyai Fadlolan.

 

​Suasana semakin hangat dengan prosesi api unggun dan berbagai permainan seru yang dirancang untuk mempererat kekompakan antar santri serta melatih soft skills problem solving dan leadership. “_Esensi kegiatan At-Tadabbur wa Ar Ruju’ adalah mengangan-angan atau introspeksi untuk kembali ke jalan yang benar. Santri harus tergugah tanpa komando, disiplin waktu, dan konsisten melakukan upgrade jiwa maupun raga untuk menjadi pemimpin unggul dimasa depan,_” tutur Kyai Fadlolan.

 

Rangkaian kegiatan At-Tadabbur wa Ar-Ruju’ untuk santri resmi ditutup dengan doa oleh Yai Fadlolan diiringi dengan bacaan Hamdalah bersama-sama. Dan akan disambung hari esok dengan agenda microteaching khusus untuk dewan guru.

 

Melalui kegiatan ini, santri PPFF diharapkan tidak hanya tangguh secara fisik dan disiplin secara militer, namun juga memiliki kedalaman spiritual dan kestabilan emosional yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.

Verified by MonsterInsights