BahteraBerita.com – Perjalanan spiritual ribuan santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang dalam rangkaian ziarah santri PPFF di makam Sunan Gresik tokoh Walisongo tertua berlanjut ke destinasi keempat, yakni ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal sebagai Sunan Gresik.
Sunan Gresik merupakan ulama besar penyebar Islam pertama di tanah Jawa dan mendapat gelar Walisongo tertua. Makamnya yang terletak di Gresik, Jawa Timur, hingga kini selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Sunan Gresik: Pionir Dakwah Islam di Jawa
Syekh Maulana Malik Ibrahim lahir sekitar abad ke-14 M dan dikenal sebagai pionir dalam menyebarkan Islam di Jawa. Beliau mendakwahkan ajaran Islam dengan pendekatan penuh kasih sayang, kemanusiaan, dan kearifan lokal.
Salah satu strategi dakwahnya adalah membuka warung murah yang menjual kebutuhan pokok agar bisa dijangkau masyarakat kecil. Selain itu, beliau juga menyediakan pengobatan gratis bagi yang membutuhkan. Cara ini membuat dakwah Islam mudah diterima dan melekat dalam hati masyarakat.

Julukan “Kakek Bantal” dan Karomah Sunan Gresik
Masyarakat sekitar menjulukinya sebagai “Kakek Bantal” karena beliau selalu menjadi tempat masyarakat berkeluh kesah, tempat mencari ketenangan, dan sandaran hidup ketika menghadapi masalah. Sosoknya tidak hanya dihormati sebagai ulama, tetapi juga sebagai penolong umat.
Sunan Gresik juga dikenal memiliki berbagai karomah. Salah satunya adalah kemampuan mengubah beras menjadi pasir, serta kemujaraban doa-doa yang beliau panjatkan. Setiap doa yang dipanjatkan diyakini langsung diijabah Allah SWT, sebagai tanda kedekatannya dengan Sang Khalik.

Dalam kunjungan ziarah ke makam Sunan Gresik, ribuan santri PPFF melantunkan doa dan tahlil bersama dengan penuh khidmat. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, selaku pengasuh PPFF, berharap agar santri-santri dapat meneladani akhlak mulia Sunan Gresik serta mencontoh amalan-amalan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ziarah ini menjadi wasilah bertambahnya kecintaan kita kepada para Auliya’, mengokohkan iman, dan menjadikan doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT,” ujar KH. Fadlolan.

