
SEMARANG, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang kembali menjadi destinasi studi tiru bagi lembaga pendidikan Islam. Pada Rabu (22/7/2026), PPFF menerima kunjungan silaturahmi dan studi tiru dari jajaran pengurus Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qur’an Simo, Boyolali.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Nurul Qur’an Simo, Ustadz Darmadji, M.Pd.I., membawa 20 peserta yang terdiri dari pengurus yayasan serta para pendidik unit MTs dan MA. Kedatangan rombongan disambut hangat penuh keakraban oleh Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A. bersama Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah, S.Pd.I. di Ndalem Pengasuh.

Mengawali kegiatan, seluruh rombongan diajak berdiskusi interaktif sekaligus menikmati santap siang bersama di Ndalem Pengasuh. Dalam kesempatan tersebut, Kyai Fadlolan Musyaffa’, memaparkan prinsip dasar pengelolaan PPFF sebagai Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf. Kyai Fadlolan menyoroti pentingnya meluruskan stigma publik terhadap fungsi pesantren serta pentingnya membangun kesadaran mental para santri sejak dini.
“Selama ini ada narasi buruk yang salah, seolah pesantren itu tempat ‘bengkel’ orang-orang jelek atau tempat ‘pembuangan’ anak nakal. Stigma ini harus kita ubah! Pesantren adalah tempat terbaik untuk menata generasi masa depan. Mindset anak-anak juga harus diubah; mereka mondok bukan karena ‘dibuang’ orang tua, melainkan dikirim sebagai delegasi terbaik keluarga untuk menjadi calon-calon ulama dan pemimpin masa depan. Ketika niat dan pemahamannya sudah lurus, spirit belajar mereka akan jauh berbeda,” dawuh Kyai Fadlolan.

Usai diskusi interaktif, agenda dilanjutkan dengan peninjauan lapangan (hospitality tour). Rombongan diajak melihat dari dekat berbagai sarana prasarana serta fasilitas unggulan yang menjadi pilar kemandirian PPFF, di antaranya:
* Kampus 3 PPFF: Meninjau area Greenhouse, fasilitas Urban Farming, peternakan, perikanan, hingga Laboratorium SMK Agribisnis & Agriteknologi.
* Kampus 2 PPFF: Mengamati minimarket, cafe, bookshop, pengelolaan Greenhouse serta sistem budidaya tanaman bawang, cabau dan sayur.
* Pengolahan Sampah Pesantren: Mempelajari sistem pengelolaan dan pemilahan sampah mandiri berwawasan lingkungan khas PPFF.
* Kawasan Kampus Utama: Melihat kedisiplinan dan aktivitas belajar santri di lingkungan gedung utama pesantren yang bersih dan rapi.
Pengasuh Ponpes Nurul Qur’an Boyolali, Ustadz Darmadji, M.Pd.I., menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya atas penyambutan serta keterbukaan PPFF dalam membagikan ilmu tata kelola.
“Kami sangat bersyukur dapat silaturahmi dan berguru langsung ke PPFF. Di bawah bimbingan Kyai Fadlolan dan Ibu Nyai Fenty, PPFF terbukti sukses mengelola pesantren menjadi ekosistem yang sangat baik dan maju. Banyak ilmu serta ide segar yang siap kami terapkan untuk memajukan unit MTs dan MA di tempat kami,” ungkap Ustadz Darmadji.
Kegiatan studi tiru ini ditutup dengan foto bersama di halaman utama PPFF. Harapannya, silaturahmi ini mempererat ukhuwah antarpesantren serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi pendidikan Islam di Indonesia.
(Lintang Angguningtyas-Santri PPFF***)


