
SEMARANG – Hari terakhir penyelenggaraan Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) Jawa Tengah 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, Kamis (30/7), menjadi momentum penguatan kemandirian pangan sekaligus perluasan jejaring ekonomi syariah antarpesantren.

Melalui Workshop Integrated Farming bersama Yoso Farm yang diikuti sekitar 30 Pesantren pengelola unit ketahanan pangan, para peserta dibekali penerapan sistem ketahanan pangan terpadu pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, sekaligus didorong mengadopsi konsep integrated farming sebagai bekal life skill (seni bertahan hidup) dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Usai workshop, peserta meninjau langsung implementasi ekonomi sirkular PPFF di kawasan integrated farming Kampus 2 dan Kampus 3 PPFF yang meliputi greenhouse, peternakan, perikanan, perkebunan. Dalam kesempatan tersebut, Pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi pesantren mengingat besarnya amanah yang diemban dari masyarakat berbagai penjuru nusantara. Menurutnya, kunci membangun kemandirian pangan bukanlah menunggu bantuan, melainkan keberanian untuk memulai, karena sikap itulah yang mencerminkan akhlak dan moralitas seorang santri.

Memasuki agenda penutup, digelar penyerahan penghargaan kepada para juara berbagai cabang lomba OASE Jateng 2026. PPFF Semarang turut menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Halal Chef, Juara Favorit Dakwah, Juara 3 Musabaqah Keilmuan Santri, serta Juara 2 Hadrah. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Ibu Anggis Rakhmi Ichsan, menyampaikan apresiasi kepada PPFF yang telah menjadi tuan rumah dan mendukung suksesnya penyelenggaraan OASE Jateng 2026.

Sementara itu, dalam sambutan penutupan, Kyai Fadlolan menegaskan bahwa OASE bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang untuk mempererat jejaring antarpesantren dan masyarakat dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah serta ekonomi sirkular. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap ekonomi syariah sekaligus mendorong lahirnya semangat pesantren yang semakin mandiri secara ekonomi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Fadlolan, sebelum ditutup dengan penampilan Cordova Gambus yang menambah semarak suasana.
Rangkaian OASE Jateng 2026 menjadi bukti komitmen Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong lahirnya pesantren-pesantren yang unggul dalam syiar ekonomi syariah, membangun ketahanan pangan serta mengembangkan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
(Rihanah-Santri PPFF***)


