Greenhouse PPFF, Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren

Ustadz Tasir
2 Min Read
Santri MA Al-Musyaffa’ dilatih bercocok tanam di Greenhouse PPFF

 

Semarang — Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF)  Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pesantren melalui inovasi di sektor pertanian. Sejak 2024, PPFF mengembangkan greenhouse sebagai solusi budidaya modern yang efisien dan berkelanjutan.

 

Greenhouse yakni metode pertanian yang memungkinkan optimalisasi hasil tanam, terutama pada lahan terbatas dan kondisi tanah yang kurang subur. Dengan sistem media planting, berbagai komoditas dapat dibudidayakan secara terkontrol dan produktif.

 

Di PPFF, greenhouse tidak hanya menghasilkan buah seperti melon dan semangka, tetapi juga beragam sayuran, di antaranya bawang merah, sawi, cabai, hingga kol. Seluruh pengelolaan dilakukan oleh santri senior di bawah bimbingan langsung pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA.

 

Menariknya, media tanam yang digunakan berasal dari bahan ramah lingkungan hasil daur ulang, seperti sampah dapur serta pupuk organik yang diolah dari limbah kotoran ternak di PPFF Farm. Inovasi ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

 

Atas konsistensi dalam mengembangkan ekonomi mandiri, PPFF bahkan telah ditetapkan sebagai pesantren percontohan ekonomi mandiri di Jawa Tengah oleh Bank Indonesia Jawa Tengah dan Bank Indonesia Pusat. Hal ini semakin menegaskan peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

 

Melalui program ini, santri tidak hanya dibekali ilmu keagamaan, tetapi juga keterampilan praktis di bidang agribisnis yang aplikatif dan bernilai ekonomi. Dengan demikian, lulusan PPFF diharapkan mampu mandiri dan berkontribusi di tengah masyarakat.

 

Tulisan Nailul Marom, santri kelas 3 MA Al-Musyaffa’ PPFF

 

Sejalan dengan pengembangan tersebut, PPFF juga telah membuka pendaftaran SMK Agribisnis sebagai wadah pendidikan bagi generasi muda yang ingin mendalami dunia pertanian modern berbasis pesantren. (Nailul Marom)

Share This Article
Verified by MonsterInsights