
Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang terus mengembangkan posisinya sebagai lokomotif kemandirian pangan melalui akselerasi program low-cost greenhouse komunal. Sebagai tindak lanjut sinergi berkelanjutan dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Pusat, dan Universitas Gadjah Mada (UGM), agenda strategis selama dua hari baru saja diselesaikan guna memastikan kesiapan infrastruktur hingga hilirisasi teknologi.
Pada hari pertama, peninjauan berfokus pada progres greenhouse yang terletak di Kampus 3 PPFF. Evaluasi lapangan ini menjadi langkah esensial mengingat PPFF mengemban amanah sebagai pilot project sekaligus mentor bagi pesantren-mentee lainnya dalam merajut ekosistem ketahanan pangan yang solid, yang juga difungsikan sebagai menahan inflasi yang kian hati srmakin melaju.
Memasuki hari kedua, agenda difokuskan pada implementasi agriteknologi dan praktik pengolahan pasca panin yang dipimpin oleh Ibu Dr Sri Rahayu (Bu Yayuk) selaku ketua tim, Dr Djoko, ahli bidang mesin priduksi bersama Bapak Dr Dodi sebagai ahli budidaya, dan Ibu Hilda MS.l, dan beberapa lgiahli bidang pengolahan pasca-panen dan anggota tim lainnya.
Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. menjelaskan, “Tim dosen pakar dari UGM hadir langsung hari ini untuk mendampingi uji coba alat disk mill. Melalui mesin ini, panen cabai kita akan diproses menjadi produk olahan berupa cabai bubuk dan saus. Target ke depannya, produk olahan dari pesantren ini akan kami suplai ke berbagai jaringan minimarket dan supermarket.”

Dalam prosesnya, para santri SMK Al Musyaffa dilibatkan secara masif dalam operasional pengolahan. Keterlibatan langsung ini dirancang sebagai proses transfer pengetahuan yang sistematis untuk mencetak generasi santri yang memiliki kompetensi teknis di bidang teknologi pertanian terapan.
Uji coba integrasi mesin pengolahan pada sesi tersebut telah dilaporkan berhasil. Pencapaian ini sekaligus memvalidasi kesiapan sistem produksi dari hulu ke hilir yang telah dirancang.
PPFF Semarang membuktikan bahwa institusi pendidikan berbasis pesantren mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan, dari proses budidaya di lahan sendiri hingga bermuara pada pemenuhan pasar ritel.


