Santri PPFF Hebat Dalam Munaqosyah dan Haflah Akhir Marhalah Madrasah

Ustadz Tasir
5 Min Read
PPFF gelar Munaqosyah dan Muwadda’ah Akhir Marhalah bagi santri kelas IX MTs Al-Musyaffa’ dan kelas XII MA Al-Musyaffa’

Semarang — Suasana hening sekaligus penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf di Kota Semarang kembali menggelar agenda tahunan Munaqosyah dan Muwadda’ah Akhir Marhalah bagi santri kelas IX MTs Al-Musyaffa’ dan kelas XII MA Al-Musyaffa’ dibawah PPFF Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum yang menandai puncak perjalanan pendidikan para santri sebelum melanjutkan langkah ke jenjang lebih tinggi.

 

Munaqosyah sebagai ujian terbuka ini dirancang untuk mengukur penguasaan santri terhadap ilmu-ilmu keislaman, khususnya pemahaman kitab kuning dan hafalan Al-Qur’an. Pelaksanaan munaqosyah berlangsung serentak dalam sepuluh majelis yang tersebar diberbagai ruangan.

 

Pelaksanaan munaqosyah berlangsung serentak dalam sepuluh majelis yang tersebar diberbagai ruangan.

 

Di hadapan dewan guru sebagai penguji dan didampingi wali santri masing-masing yang menyaksikan langsung putra putrinya diuji secara lisan melalui metode tanya jawab interaktif berbahasa Arab. Keteguhan dan ketenangan para santri dalam menjawab pertanyaan demi pertanyaan menjadi gambaran nyata proses belajar yang telah mereka jalani di PPFF. Semua wali santri yang tampak terharu dan tidak menyangka menyaksikan kemampuan anak-anak mereka dalam memahami dan menjelaskan materi yang dipelajari.

 

Selepas munaqosyah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Muwadda’ah sebagai simbol pelepasan, doa restu, sekaligus mauidhoh penguatan tekad bagi para santri akhir marhalah. Dalam mauidhoh hasanahnya, Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA. mengingatkan para santri agar tidak cepat merasa puas dengan capaian yang telah diraih saat ini.
“Janganlah berbangga dengan jas dan gaun yang kalian kenakan hari ini, karena itu belum ada apa-apanya. Perjalanan kalian masih sangat panjang untuk mengarungi lautan ilmu yang begitu luas,” pesan beliau.

 

Prosesi Muwadda’ah sebagai simbol pelepasan, doa restu, sekaligus mauidhoh penguatan tekad bagi para santri akhir marhalah.

 

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan di MTs maupun MA Al-Musyaffa’ bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk memasuki jenjang keilmuan yang lebih tinggi. Kyai Fadlolan juga mengajak para wali santri untuk memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan pendidikan putra-putri mereka, baik di dalam maupun luar negeri.

 

Hal tersebut sejalan dengan kurikulum pendidikan yang diterapkan di PPFF Semarang melalui tiga program unggulan yang berjalan secara simultan, yakni program bilingual Arab–Inggris, pendalaman kitab-kitab salaf, serta tahfidz Al-Qur’an 30 juz. Integrasi ketiga program tersebut dirancang untuk membentuk generasi yang memiliki kompetensi bahasa Internasional, kekuatan tradisi keilmuan pesantren, dan kedekatan dengan Al-Qur’an.

 

Mauidhoh hasanah, Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA. mengingatkan para santri agar tidak cepat merasa puas dengan capaian yang telah diraih saat ini.

 

Kurikulum pendidikan ini pula yang menjadi salah satu ikhtiar pendiri dan pengasuh PPFF Semarang dalam mempersiapkan santri melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama Universitas Al-Azhar Mesir. Alhamdulillah, seluruh santri yang mendaftar megikuti tes seleksi masuk ke Al-Azhar setiap tahunnya berhasil diterima di berbagai fakultas Universitas Al-Azhar yang merupakan pusat keilmuan Islam tertua di dunia, universitas Islam tertua dan terbaik di dunia.

 

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berpesan kepada wisudawan agar senantiasa melestarikan budaya wiridan, doa, serta adab dalam kehidupan sehari-hari. Sebab keberkahan ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan juga oleh taqarrub ila Allah. Suasana seketika mengharukan saat Kyai Fadlolan, para wali santri hingga para santri sendiri tak bisa membendung air mata.

 

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama, pelaksanaan salat dzuhur berjamaah, persembahan hiburan spesial Gambus khas Umi Kutsum oleh Ika Entertaiment, serta sowan ke ndalem pengasuh.

 

Mereka kini melangkah membawa bekal ilmu, akhlak, dan nilai-nilai kepesantrenan untuk mengarungi samudra kehidupan yang lebih luas. Semoga selalu dalam kesuksesan dan keberkahan.

(Laili Nailil Muna-Santri PPFF***)

Share This Article
Verified by MonsterInsights